BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melaju di zona hijau ditopang oleh saham 4 bank besar pada perdagangan akhir pekan, Jumat (28/8/2026).
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,21% atau 13,97 poin ke level 6.535. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,31% atau 1,99 poin ke posisi 643,06.
Hingga pukul 11:00 waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona hijau, yakni menguat 0,29% atau 18,28 poin ke level 6.542. Sepanjang 2 jam perdagangan saham berlangsung, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.566, dan level terendah di 6.518.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 325 saham naik harga, 284 saham turun harga, dan 173 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 20,427 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.058.458 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,158 triliun.
Penguatan IHSG masih ditopang saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama saham 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Harga saham BBCA terpantau melesat 1,56% atau Rp100 menjadi Rp6.500 per lembar, BMRI naik 0,48% atau Rp20 menjadi Rp4.230 per lembar, BBNI melonjak 1,08% atau Rp40 menjadi Rp3.750 per lembar, dan BBRI menguat0,95% atau Rp30 menjadi Rp3.180 per lembar.
Saham sektor keuangan kembali diburu investor menjelang pengumuman hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal atau Ged Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal reserve (The Fed).
Konsensus pasar memperkirakan FOMC The Fed akan kembali mempertahankan FFR di kisaran 3,5%-3,75%. Jika terjadi, maka hal itu menandai untuk ketiga kalinya Wars menahan suku bunga acuan sejak menjabat sebagai Gubernur The Fed.
Hal itu, membuat aset dalam dolar AS terkoreksi, karena investor mengalihkan modal ke pasar keuangan emerging market termasuk pasar saham dan pasar surat utang Indonesia.
Pada perdagangan sesi pagi ini, indeks dolar AS terkoreksi tipis ke level 99,13. Hal itu, memicu nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS, kini sedang menguji level di bawah Rp17.700 per dolar AS.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG berpeluang menguat terbatas di kisaran level support 6.500 hingga level resistance 6.600. (Jea)


