SKK Migas Minta KKKS Segera Teken Kontrak KSO

BRIEF.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau perusahaan minyak dan gas bumi (migas) untuk segera meneken kontrak kerja sama operasi (KSO) dengan sumur rakyat yang berada di wilayah kerja (WK) masing-masing.

“Kalau dari kami, ya segeralah harus diresmiin KSO-nya, kerja sama operasinya itu bentuknya seperti apa,” ucap Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro  dikutip dari Antara,  Sabtu (26/7/2025).

Kerja sama operasi itu nantinya mencakup  pembelian produksi minyak dari sumur rakyat. Produksi minyak dari sumur rakyat nantinya dicatat sebagai produksi minyak dari KKKS.

“Berarti, nanti kan masuk ke WP&B atau revisi WP&B dari KKKS. Artinya apa? Mereka  sudah melakukan komitmen, di mana kalau umpamanya sampai tidak terjadi, produksinya tidak tercatat, artinya KKKS juga tidak mencapai target produksi,” kata Hudi.

WP&B adalah singkatan dari Work Program and Budget, yang dalam konteks industri hulu migas, merujuk pada rencana kerja dan anggaran yang disusun oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan diajukan kepada SKK Migas.

Hudi mendorong para KKKS untuk segera menjalin kerja sama dengan sumur rakyat ihwal pembelian produksi minyak. SKK Migas menargetkan agar pada 1 Agustus, hasil produksi dari sumur rakyat sudah mulai dibeli oleh KKKS.

Saat ini, lanjut dia, para pengelola sumur rakyat masih dalam proses menuntaskan administrasi.

Sebelumnya, Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana menargetkan minyak yang diproduksi dari sumur rakyat dapat dijual ke perusahaan migas seperti Pertamina, per 1 Agustus 2025.

Taufan memperkirakan produksi dari sumur masyarakat menambah lifting minyak nasional sekitar 10 ribu–15 ribu barel per hari (bph). Meskipun demikian, ia berharap realisasinya bisa melebihi angka tersebut, sebab saat ini Indonesia sedang menerapkan sense of crisis.

Adapun situasi krisis yang ia maksud berkaitan dengan produksi minyak di dalam negeri yang ditargetkan mencapai 605 ribu bph, sebagaimana yang termaktub dalam target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.

Lebih lagi, target satu juta barel minyak per hari yang dibidik dapat tercapai pada 2029–2030. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jokowi Akhirnya Angkat Bicara Soal Gugatan Bukti Kelulusan SMA Gibran di MK

BRIEF.ID - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya angkat...

DPR Setuju Belanja Negara Tahun 2027 Naik Jadi Rp4.106 Triliun

BRIEF.ID - DPR RI setuju belanja negara di Tahun...

Kejaksaan Lelang 436 Ribu Ton Batu Bara Sitaan Perkara PT AKT Senilai Rp179 Miliar

BRIEF.ID - Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI bersama...

Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk Kursi DK PBB 2029-2030

BRIEF.ID - Menteri Luar Negeri Sugiono memanfaatkan rangkaian High-Level...