Setelah Trump, Kini Giliran Putin Kunjungi Tiongkok

BRIEF.ID – Kurang dari sepekan setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Tiongkok, kini Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin yang menuju Beijing. Pertanyaannya adalah pemimpin mana yang akan terbukti menjadi mitra  lebih persuasif bagi Tiongkok; apakah Washington atau Moskow?

Rusia memiliki harapan tinggi atas kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Tiongkok, 19-20 Mei 2026, di mana Kremlin mengatakan kedua  pihak akan menggunakan kunjungan itu untuk lebih mengembangkan “kemitraan istimewa.”

Putin dijadwalkan memulai kunjungan resminya ke Beijing tak lama setelah Presiden AS Donald Trump bertemu dengan mitranya Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Meskipun Moskow secara resmi mengatakan kunjungan tersebut akan fokus pada penguatan  kemitraan strategis Rusia dan Tiongkok, waktu kunjungan  menunjukkan agenda geopolitik yang lebih luas  dan pengaruh diplomatik Tiongkok yang semakin meningkat.

Trump mengunjungi Beijing pada 13-15 Mei 2026,  meskipun harapan tinggi, kunjungan itu secara luas dianggap kurang memuaskan. Tidak ada kemajuan signifikan dalam perdagangan, Ukraina, atau konflik dengan Iran.

Masalah-masalah yang sama diperkirakan akan menjadi fokus utama dalam pembicaraan Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Euronews.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dukung Perluasan Pasar Ekspor UMKM, Astra International Hadirkan Produk Unggulan Lokal di TEI 2026

BRIEF.ID - PT Astra International Tbk (Astra) menghadirkan beragam produk...

Antrean BBM di 11 Provinsi Terus Mengular, Ombudsman Desak Evaluasi Distribusi dan Kuota

BRIEF.ID – Antrean bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan meluas...

Karhutla Kalteng dan Sumsel Masih Jadi Fokus, Pemerintah Kerahkan Ribuan Personel

BRIEF.ID – Pemerintah memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan...

Pemerintah Kerahkan 69.190 Personel Tangani Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Terbakar

BRIEF.ID – Pemerintah mengerahkan 69.190 personel gabungan untuk menangani...