BRIEF.ID – Tren lonjakan harga minyak dunia mereda setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran memberi sinyal serius melanjutkan perundingan damai untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Pada sesi pagi perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026), harga minyak dunia jenis Brent terpangkas 0,15% ke level US$109,1 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,27% ke level US$ 107,28 per barel.
Harga minyak dunia bergerak melemah setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan telah membatalkan rencana serangan militer ke Iran, karena “negosiasi serius sedang terjadi” untuk mencapai kesepakatan perdamaian.
Menurut dia, rencana serangan dibatalkana setelah AS menerima berbagai masukan dari sejumlah pemimpin negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, mengenai ketegangan geopolitik kawasan yang meningkat dan dampaknya.
“Keputusan ini diambil, karena negosiasi serius sedang terjadi. Kami menerima banyak permintaan dari pemimpin negara Timur Tengah untuk membuka ruang diskusi lebih lanjut dengan Iran,” kata Trump, seperti dikutip CNBC, Selasa (19/5/2026).
Meski demikian, harga minyak dunia diprediksi masih dalam tren menguat, seiring belum dibukanya Selat Hormuz, yang membuat pasokan dari Timur Tengah terhambat.
Pelaku pasar masih menanti perkembangan negosiasi antara AS dan Iran serta dampaknya untuk pembukaan Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia, karena akan meredam kekhawatiran terhadap krisis energi global. (jea)


