BRIEF.ID – Saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup melemah terbatas pada Senin (20/4/2026).
Koreksi indeks dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran selama akhir pekan lalu. Ketegangan di Timur Tengah meningkat pada akhir pekan menyusul penyitaan kapal berbendera Iran oleh militer AS.
Langkah AS menimbulkan kekhawatiran terhadap kelanjutan perundingan perdamaian antara pihak-pihak yang bertikai, meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan para negosiator AS akan berangkat untuk melanjutkan perundingan di Islamabad, Pakistan.
Diberitakan Wakil Presiden AS JD Vance telah bertolak menuju Pakistan untuk menghadiri negosiasi damai Iran-AS, pada Selasa (21/4/2026). Iran menolak untuk berpartisipasi dalam putaran pembicaraan lain dengan AS, meskipun diberitakan delegasi Iran sedang mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan ke Pakistan.
Trump juga mengatakan bahwa sangat tidak mungkin akan memperpanjang gencatan senjata dua minggu yang sedang berlangsung dengan Iran, jika kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu 21 April 2026. Ketidakpastian mengenai perundingan atau diperpanjangnya gencatan senjata ini, diperkirakan akan membuat investor cenderung bersikap wait and see.
Harga minyak mentah menguat, setelah Iran dan AS saling menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik 1 bps ke level 4,256%, pada Senin (20/4/2026). Harga emas spot melemah 0,3% ke level US$ 4.818 per troy ons. Harga emas terkoreksi menyusul kenaikan nilai tukar Dolar AS dan minyak menyusul ancaman pembalasan Iran sebagai respons terhadap pengambilalihan kapal kargo Iran oleh AS. (nov)


