BRIEF.ID – Bursa saham Eropa menguat pada perdagangan Jumat (31/7/2026), mengikuti reli saham teknologi global yang dipicu optimisme perkembangan kecerdasan buatan (AI). Penguatan ini menempatkan indeks-indeks utama kawasan di jalur untuk membukukan kenaikan bulanan keempat secara berturut-turut, sementara investor menantikan rilis data awal inflasi Zona Euro.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,8% pada awal perdagangan, memperpanjang tren positif dengan kenaikan sekitar 1,3% sepanjang Juli 2026.
Di antara indeks utama, DAX Jerman menguat 0,8%, CAC 40 Prancis naik 0,5%, FTSE 100 Inggris bertambah 0,4%, sementara FTSE MIB Italia meningkat 0,8%.
Sentimen positif didorong kebangkitan saham-saham teknologi global. Sektor teknologi Eropa mengikuti reli di Wall Street dan pasar semikonduktor Asia setelah Microsoft dan Amazon melaporkan kinerja kuartalan yang kuat serta prospek belanja modal yang tetap solid. Hasil tersebut membantu meredakan kekhawatiran investor mengenai tingginya belanja AI dan valuasi sektor teknologi.
Reli pada akhir Juli 2026 juga menegaskan ketahanan pasar saham Eropa di tengah berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi harga energi, hingga ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank-bank sentral utama.
Musim laporan keuangan kuartal II turut menjadi penopang utama pasar. Kinerja yang solid dari sektor konsumen, perbankan, dan pertahanan membantu menjaga momentum indeks regional meskipun pertumbuhan ekonomi masih menghadapi tekanan.
Fokus pasar kini beralih pada data awal Indeks Harga Konsumen (IHK) Zona Euro untuk Juli yang akan dirilis hari ini.
Para ekonom memperkirakan inflasi utama akan meningkat tipis setelah data inflasi dari sejumlah negara bagian di Jerman menunjukkan tekanan harga yang masih bertahan. Kondisi tersebut berpotensi memperumit ruang bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga.
Di sisi korporasi, Credit Agricole melonjak 5% setelah mencatat laba kuartal II yang melampaui ekspektasi, didukung pertumbuhan pendapatan dari bisnis perbankan ritel dan investasi.
Sementara itu, Swiss National Bank membukukan laba kuartal II yang signifikan berkat keuntungan dari pergerakan nilai tukar dan kenaikan valuasi portofolio saham.
Di sektor otomotif, Ferrari menguat setelah menaikkan proyeksi laba sepanjang tahun, didorong tingginya permintaan atas model kendaraan yang dipersonalisasi serta kemampuan perusahaan mempertahankan harga premium.
Sebaliknya, Siemens Healthineers melemah 3,3% setelah memangkas proyeksi pendapatan tahunan akibat hambatan rantai pasokan yang masih berlanjut dan perlambatan permintaan peralatan medis di sejumlah pasar utama.
Saham International Airlines Group (IAG), induk maskapai British Airways, turun 5% setelah melaporkan penurunan tajam laba kuartal II.
Menjelang memasuki paruh kedua tahun ini, investor akan mencermati perkembangan data inflasi dan pernyataan para pejabat bank sentral untuk menilai apakah reli saham Eropa yang telah berlangsung selama empat bulan dapat terus berlanjut. (Investing.com/nov)


