BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat dan menguji level Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan, Jumat (12/6/2026). Hal itu menandai kepercayaan asing mulai pulih terhadap pasar domestik.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah dibuka menguat 0,33% atau 59 poin menjadi Rp17.930 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.989 per dolar AS.
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,24% ke Rp17.944 per dolar AS. Bahkan rupiah sempat menyentuh level Rp17.884 per dolar AS.
Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terkoreksi 0,13% ke level 99,72, sejalan dengan terpangkasnya harga minyak mentah dunia 1,08% ke US$89,4 per barel.
Penguatan rupiah terjadi seiring sentimen positif dari dalam negeri dan luar negeri, yang membuat kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan domestik kembali pulih.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari keputusan pemerintah untuk melakukan pengurangan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (Bps) menjadi 5,5%, juga sejumlah insetif moneter bagi investor asing juga menjadi sentimen positif penguatan rupiah.
Sinyal kembalinya kepercayaan asing ke pasar domestik, juga ditandai dengan tingginya permintaan terhadap Surat Utang Negara (SUN), terutama di tenor 10 tahun dan 11 tahun.
Hal itu, terlihat dari penurunan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun sebesar 2,2 Bps menjadi 7,42%, dan tenor SUN 11 tahun turun 12,3 Bps menjadi 7,4%.
Sementara dari luar negeri, sentimen positif datang dari kabar perundingan damai AS-Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah segera tercapai.
Presiden AS, Donald Trum, dalam keterangan kepada pers di Oval Office, Gedung Putih, Kamis (11/6/2026), menyampaikan kesepakatan perdamaian dengan Iran diperkirakan akan ditandatangani di Eropa setelah seluruh dokumen rampung.
Menurut dia, Wakil Presiden AS, JD Vance, dan pemimpin tinggi Iran akan hadir untuk menandatangani kesepakatan perdamaian tersebut.
Pernyataan Trump membuat harga minyak dunia langsung anjlok, begitu juga indeks dolar AS. Pada Jumat (12/6/2026), indeks dolar AS terkoreksi 0,13% ke level 99,72, sejalan dengan terpangkasnya harga minyak mentah dunia jenis Brent sebesar 1,08% ke US$89,4 per barel.
Pelemahan indeks dolar AS membuat mata uang Asia mayoritas dibuka menguat. Selain rupiah, mata uang Asia yang menguat antara lain Won Korea Selatan (Korsel), Baht Thailand, Ringgit Malaysia, Yuan Tiongkok dan Dolar Hong Kong.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi menguat dan menguji level psikologis Rp17.800 per dolar AS. Pergerakan rupiah berada di kisaran level Rp17.850 per dolar AS, hingga Rp17.900 per dolar AS. (Jea)


