BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (26/8/2026), imbas anjloknya harga minyak dunia.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Index (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,16% atau 28 poin menjadi Rp17.695 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.723 per dolar AS.
Hingga pukul 11:20 WIB, penguatan rupiah perlahan terkikis namun tepat bertahan di zona hijau, yakni di level Rp17.714 per dolar AS, naik 0,05% atau 9 poin dari level Rp17.723 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (24/8/2026).
Hal serupa juga terjadi pada nilai tukar rupiah di pasar spot, yang dibuka menguat 0,1% ke level Rp17.695 per dolar AS, namun kemudian terkikis ke level Rp17.690 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diprediksi stabil dengan kecenderungan menguat terbatas, siring katalis positif dari pelemahan harga minyak dunia dan indeks dolar AS.
Pada perdagangan hari ini, harga minyak dunia jenis Brent kembali terpangkas 2% menjadi US$86,81 per barel, sedangan West Texas Intermediate (WTI) turun 1,78% menjadi US$80,89 per barel.
Sejalan dengan itu, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia juga terkoreksi ke level di bawah 100. Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS bergerak melemah tipis di kisaral level 98,91.
Anjloknya harga minyak dunia dan indeks dolar AS menjadi sentimen positif bagi pergerakan mata uang Asia hari ini. Selainrupiah, sebagian besar mata uang Asia dibuka menguat, antara lain Ringgit Malaysia, Peso Filipina, Baht Thailand, dan Yen Jepang.
Turunnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury juga membuat arus modal masuk (capital inflow) kembali ke emerging market termasuk Indonesia.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat terbatas di kisaran level Rp17.650 per dolar AS hingga Rp17.750 per dolar AS. (Jea)


