BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (21/4/2026), imbas lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang diminati investor asing.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,24% atau 42 poin menjadi Rp17.126 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.168 per dolar AS.
Sementara di pasar spot nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,23% ke posisi Rp17.130 per dolar AS. Hingga akhir sesi I perdagangan pada pukul 12:00 WIB, nilai tukar rupiah terpantau tetap bertahan atau stagnan di level Rp17.130 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS, dan harga minyak dunia. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama turun tipis 0,02% ke level98,07.
Sedangkan harga minyak WTI turun 1,92% menjadi US$87,89 per barel, begitu juga harga minyak Brent terpangkas 1,05% menjadi US$94,48 per barel.
Pelemahan indeks dolar AS membuat sejumlah mata uang Asia menguat pada perdagangan hari ini, antara lain Dolar Taiwan (+0,16%), Ringgit Malaysia (+0,1%), Baht Thaliand (+0,07%), Won Korea Selatan (+0,05%), Yuan Tiongkok (+0,02%), Peso Filipina (+0,01%).
Sentimen positif juga datang dari dalam negeri, seiring lelang SRBI, yang diminati investor asing. Pada lelang SRBI akhir pekan lalu, total penawaran yang masuk mencapai Rp50 triliun, meski BI hanya menyerap Rp19 triliun.
Minat investor paling besar terkonsentrasi pada SRBI tenor 12 bulan, dengan total penawaran sebanyak Rp40,7 triliun. Bank Indonesia pun menyerap Rp17 triliun, lebih banyak daripada tenor 6 bulan senilai Rp1,5 triliun, dan 9 bulan Rp500 miliar.
Peran BI dengan memperbanyak frekuensi lelang SRBI menjadi dua kali sepekan menjadi upaya dalam menjaga daya tarik aset rupiah terhadap investor asing.
Sebagai informasi, investor asing tercatat terus mengakumulasi SRBI sejak awal 2026. Kepemilikan pada Maret sempat turun 4,56% menjadi Rp143,91 triliun dari posisi Februari Rp150,79 triliun.
Pada akhir tahun lalu, posisi investor asing di SRBI per November 2025 hanya Rp86,66 triliun, lalu melonjak menjadi Rp114,05 triliun per Desember 2025. Pada Januari 2026, jumlahnya naik menjadi Rp121,9 triliun.
Meski demikian, pergerakan rupiah hari ini masih rentan dengan perkembangan perundingan damai AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Meskipun ada sinyal AS dan Iran akan mencapai kesepakatan dalam perundingan damai yang berlangsung hari ini, Selasa (21/4/2026), banyak kalangan memilih menunggu atau wait and see sampai ada hasil resmi yang disepakati kedua pihak.
Sementara dari dalam negeri, sentimen negatf datangd ari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang melanjutkan pembekuan rebalancing indeks untuk konstituen dari bursa saham Indonesia.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat terbatas di kisaran level Rp17.100 per dolar AS hingga Rp17.170 per dolar AS. (jea)


