BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga menyentuh level Rp17.750 per dolar Amerika Serikat (AS) imbas kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis point (bps).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Index (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,24% atau 43 poin menjadi Rp17.739 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.696 per dolar AS.
Selanjutnya nilai tukar rupiah terus tertekan, dan terpantau berada di level Rp17.750 pada pukul 10:45 WIB, merosot 0,30% atau 54 poin dari Rp17.696 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (16/9/2026).
Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasat spot juga dibuka melemah 0,18% ke level Rp17.724 per dolar AS, dan melanjutkan pelemahan hingga menyentuh level Rp17.755 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi tekanan indeks dolar AS yang melonjak seiring kenaikan suku bunga The Fed) sebesar 25 Bps. Indeks dolar AS menguat 0,65% ke level 100,27.
Selain itu, pelemahan rupiah juga dipicu arus modal keluar (capital outflow) dari emerging market, seiring kenaikan imbal hasil (Yield) obligasi Pemerintah AS atau US Treasury.
Pada penutupan perdagangan kemarin, US Tresury tenor dua tahun naik 6 bps, sedangkan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di kisaran 5,01%.
Naiknya indeks dolar AS dan yield US Tresury membuat investor cenderung mengalihkan modal dari emerging market ke instrumen berbasis mata uang negeri paman Sam.
Imbasnya sentimen risk-off di pasar keuangan Asia kembali terjadi. Hal itu, terlihat dari pelemahan mayoritas mata uang Asia pada perdagangan hari ini, antara lain Won Korea Selatan. Baht Thailand, Ringgit Malaysia, Peso Filipina, Yuan Tiongkok, dan Dolar Taiwan.
Pelemahan rupiah dan mata uang Asia lainnya juga masih dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia, seiring ketidakpastian konflik Timur Tengah.
Adapun harga minyak dunia jenis Brent terpantau berada di level US$105,88 per barel, sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di kisaran US$102,2 per barel pada perdagangan hari ini.
Sementara dari dalam negeri, investor cenderung masih menerapkan aksi wait and see terhadap kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, yang baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak cenderung melemah di kisaran level Rp17.680 per dolar AS hingga Rp17.780 per dolar AS. (Jea)


