BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (28/10/2026), imbas tekanan jual di pasar surat utang dan saham yang masih berlanjut.
Pada awal perdagangan hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,10% atau 18 poin​ menjadi Rp18.174 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp18.156 per dolar AS.
Hingga pukul 11:00 WIB pelemahan rupiah mulai terkikis, dan terpantau berada di level Rp18.176 per dolar AS, turun 20 poin dibandingkan level Rp18.156 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (27/10/2026).
Pelemahan rupiah masih dipengaruhi tekanan jual yang dilancarkan investor di pasar surat utang dan saham domestik, sejak Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengusulkan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Di pasar surat utang, tekanan jual obligasi pemerintah mengerek imbal hasil (yield) naik tajam. Yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang menjadi acuan naik menjadi 7,55%, tertinggi dalam 4 tahun terakhir.
Sentimen negatif pelaku pasar juga mempengaruhi hasil lelang SUN yang dilakukan pemerintah. Alhasil, pemerintah hanya mengantongi Rp20,65 triliun, di bawah target indikatif Rp30 triliun.
Penurunan dana yang dihimpun dari lelang SUN terjadi seiring penawaran yang menyusut sebesar 52,05% menjadi Rp31,09 triliun, dari Rp64,86 triliun pada lelang SUN sebelumnya.
Sementara di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih tertekan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG melemah 0,32% atau 17,06 poin ke level 5.249.
Tekanan jual masih dilancarkan investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dari luar negeri, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi lonjakan indeks dolar AS sebesar 0,1% ke level 102,42, yang dipicu kenaikan harga minyak dunia jenis Brent menjadi US$115,52 per barel.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan masih melanjutkan tren melemah, dan bergerak di level Rp18.100 per dolar AS hingga Rp18.200 per dolar AS. (Jea)


