Rupiah Melemah Imbas Inflasi Agustus Tembus  3,19%

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) imbas inflasi Agustus 2026 melonjak hingga menembus 3,19%.

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Selasa (1/9/2026), kurs rupiah sesi I perdagangan hari ini ditutup di level Rp17.733 per dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka menguat terbatas 0,04% atau 7 poin ke level Rp17.715 per dolar AS dibandingkan Rp17.722 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (30/8/3036).

Sementara nilai tukar rupiah di pasar spot mengawali perdagangan bulan September dengan melemah 0,01% ke level Rp17.721 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipengaruhi lonjakan inflasi pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Agustus 2026 mencapai 3,19% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Agustus 2026 hanya akan berada di level 3,11% (yoy), dan juga melampaui realisasi inflasi pada Juli yang sebesar 2,88%.

Selain itu, pelemahan rupiah juga dipengaruhi
lonjakan harga minyak dunia seiring kembali memanasnya ketegangan di antara AS dan Iran di Selat Hormuz. Harga minyak dunia jenis Brent melonjak 0,66% menjadi US$91,09 per barel.

Pergerakan rupiah hari ini masih akan dibayangi sentimen pasar terhadap rilisnya data ekonomi, seperti neraca perdagangan, ekspor-impor, dan data inflasi.

Hingga akhir perdagangan hari ini, kurs rupiah diprediksi bergerak melemah terbatas di kisaran level Rp17.700 per dolar AS hingga Rp17.750 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Menguat Seiring Surplus Neraca Perdagangan per Juli 2026

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Emas Antam Awali September dengan Koreksi, Dibanderol Rp2.664.000 per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

IHSG Diperkirakan Berkonsolidasi di Kisaran 6.450-6.570

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berkonsolidasi...

Wall Street Ditutup Melemah, Harga Minyak Melonjak  

BRIEF.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah...