BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat seiring surplus neraca perdagangan Indonesiaq per Juli 2026.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (1/9/2026), IHSG ditutup menguat 0,60% atau 39,03 poin ke level 6.564. Sebelumnya IHSG dibuka menguat 0,62% atau 40,65 poin ke level 6.566 pada awal perdagangan hari ini.
Sepanjang sesi I perdagangan yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak di zona hijau dan berada di level tertinggi 6.586, dan level terendah di 6.535,
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 385 saham naik harga, 221 saham turun harga, dan 183 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan menapai 28,498 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.542.632 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,212 triliun.
Penguatan IHSG ditopang sentimen positif surplus neraca perdagangan Indonesia per Juli 2026, yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (1/9/2026).
BPS menyampaikan pada periode Juli 2026 neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$0,12 miliar. Surplus tersebut turut menopang neraca perdagangan kumulatif Indonesia sepanjang Januari2026-Juli 2026 yang mencapai US$3,70 miliar.
Pengumuman BPS membuat investor kembali memborong saham-saham potensial di BEI, terutama di sektor konstruksi, keuangan, dan energi.
Di sektor keuangan, saham 4 bank besar aktif diborong, terutama saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kenaikan mencapai 2,15% atau Rp70 menjadi RTp3.320 per lembar.
Sedangkan di sektor konstruksi, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melesat 15,20% atau Rp225 menjadi Rp1.705 per lembar, begitu pula saham PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 5,68% atau Rp1.375 menjadi Rp25.575 per saham.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih bertahan di zona hijau dengan bergerak di kisaran level support 6.530 hingga level resistance 6.600. (Jea)


