BRIEF.ID – Nilai tukar Rupiah kembali melemah dan menyentuh level terendahnya Rp 17.668 per Dolar AS, pada awal pekan ini. Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS telah mencapai 5,92%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS akan kembali stabil.
“Yakin stabil,” ujar Perry usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Namun, Perry tidak dapat memastikan kapan rupiah akan bergerak stabil.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan bagus, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga cukup aman untuk mendukung program prioritas.
Selain itu, Menkeu juga menyebut bahwa pondasi fiskal Indonesia dalam keadaan bagus. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan lebih melakukan sosialisasi kepada pasar modal, dan investor.
“Kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus enggak ada masalah, fondasi ekonomi betul-betul bagus. Cuma nanti sosialisasi-sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor juga seperti apa,” kata Menkeu.
Ia menyampaikan pemerintah sudah masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Secara bertahap, pemerintah akan meningkatkan nilai investasi terhadap surat utang. Dengan demikian, aliran modal asing kembali masuk ke Indonesia dan diharapkan dapat memperkuat posisi rupiah.
Menurut Menkeu, dalam waktu dekat akan dibacakan strategi fiskal berdasarkan arahan Presiden Prabowo.
Nilai tukar Rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah jadi Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS. (nov)


