Rupiah Masih Betah di Level Rp17.100 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah masih betah di level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS) selama 4 hari berturut-turut, dan tercatat menjadi mata uang terlemah di Asia.

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, Rabu (15/4/2026), kurs ruiah dibuka menguat tipis 0,02% atau 4 poin menjadi Rp17.123 per dolar AS dari level sebelumnya di Rp17.127 per dolar AS.

Meski demikian, penguatan rupiah terhadap dolar AS hanya berlangsung sesaat dan langsung berbalik arah ke zona merah. Hingga pukul 12:00 WIB, nilai tukar rupiah terpantau berada di level Rp17.137 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi justru saat indeks dolar AS sedang melandai di bawah level US$100, seiring ketidakpastian perkembangan konflik Timur Tengah.

Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS terpantau berada di level US$98,197. Sebelumnya, indeks dolar AS menembus level US$100 seiring memanasnya konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak.

Dengan demikian, pelemahan rupiah lebih dipicu kekhawatiran investor terhadap indikator ekonomi Indonesia, seiring penurunan surplus neraca perdagangan, juga cadangan devisa, hingga pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia.

Investor mencermati kebijakan fiskal pemerintah, seiring defisit anggaran yang terus melebar, akibat kenaikan harga minyak dunia dan dolar AS yang sudah melampaui asumsi dalam APBN Tahun 2026.

Itu sebabnya, meski ada kabar positif berlanjutnya perundingan damai antara AS-Iran di Islamabad, Pakistan, nilai tukar rupiah masih tertekan dan menjadi mata uang terlemah di kawasan Asia.

Seperti dilansir Bloomberg, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan AS dan Iran sepakat melanjutkan perundingan damai, yang tidak mencapai kesepakatanpada pertemuan di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu.

Pertemuan delegasi kedua negara akan berlangsung dalam dua hari ke depan, untuk merundingkan poin-poin kesepakatan perdamaian, yang akan mengakhiri perang. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance kemungkinan akan memimpin lagi delegasi AS dalam putaran kedua perundingan damai dengan Iran.

Sebagai itikad baik, kedua pihak tetap melanjutkan kesepakatan gencatan senjata. Iran juga mulai menunda pengiriman kapal di Selat Hormuz.

Kabar mengenai berlanjutnya rencana perundingan damai antara AS-Iran, membuat harga minyak dunia, dan dolar AS loyo. Pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (14/4/2026), harga minyak brent, yang menjadi acuan jatuh hampir 5% ke level US$94,79 per barel.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi cenderung melemah tipis dan bergerak di kisaran level Rp17.100 per dolar AS, hingga Rp17.150 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Bertahan di Level 7.700 Meski Terseret Pelemahan Rupiah, Saham Pertambangan Jadi Penopang

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Emas Antam Naik Lagi Dekati Level Rp2.900.000 per Gram, Ini Pemicunya

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Lebanon – Israel Gelar Pertemuan di Washington

BRIEF.ID – Lebanon dan Israel mengadakan pembicaraan diplomatik langsung...

Kuartal I-2026 Marketing Sales CTRA Rp 2,4 Triliun

BRIEF.ID –  PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat marketing...