IHSG Bertahan di Level 7.700 Meski Terseret Pelemahan Rupiah, Saham Pertambangan Jadi Penopang

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertahan di level psikologis 7.700 pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (15/4/2026).

Meski sempat terseret pelemahan rupiah dan jatuh ke zona merah, IHSG kembali ke zona hijau ditopang saham-saham sektor pertambangan yang kaktif diburu investor.

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,98% atau 74,95 poin ke level 7.750. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,03% atau 7,90 poin ke posisi 772,22.

Pergerakan IHSG fluktuatif sepanjang sesi I perdagangan, bahkan sempat berbalik arah ke zona merah, sebelum akhirnya ditutup menguat 0,44% atau 33,61 poin di level 7.709.

Selama 3 jam perdagangan saham yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.773, dan level terendah di 7.642.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 418 saham naik harga, 229 saham turun harga, dan 168 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume transaksi saham terpantau mencapai 33,133 miliar lembar, dengan frekuensi sebanyak 2.011.640 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp13,631 triliun.

Saham-saham sektor pertambangan menjadi penopang IHSG, antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Harga saham INCO mengalami kenaikan sebesar 6,23% atau Rp400 menjadi Rp6.825 per lembar, ADRO melonjak 3,27% atau Rp80 menjadi Rp2.530 per lembar, dan PGAS naik 2,71% atau Rp50 menjadi Rp1.895 per lembar.

Perkembangan konflik Timur Tengah masih mempengaruhi pergerakan IHSG. Rencana perundingan damai lanjutan antara AS dan Iran, menjadi sentimen positif seiring turunnya harga minyak dunia, dan pelemahan indeks dolar AS.

Meski demikian, pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi sentimen negatif, apalagi tetap bertahan di level psikologis Rp17.100 selama 4 hari berturut-turut.

Kondisi fiskal Indonesia yang memprihatinkan, seiring melebarnya defisit anggaran, akibat kenaikan harga minyak dan dolar AS, membuat investor cenderung ebrhati-hati berinvestasi di pasar modal.

Apalagi sejumlah lembaga investasi dunia telah memperingatkan perlambatan ekonomi, bahkan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Tahun 2026.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level support 7.650 hingga level resistance 7.750. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Masih Betah di Level Rp17.100 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah masih betah di...

Harga Emas Antam Naik Lagi Dekati Level Rp2.900.000 per Gram, Ini Pemicunya

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Lebanon – Israel Gelar Pertemuan di Washington

BRIEF.ID – Lebanon dan Israel mengadakan pembicaraan diplomatik langsung...

Kuartal I-2026 Marketing Sales CTRA Rp 2,4 Triliun

BRIEF.ID –  PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat marketing...