Rupiah Ditutup Melemah Imbas Kekhawatiran Aksi Demonstrasi

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (27/8/2026), imbas kekhawatiran investor terhadap aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat, di Gedung DPR, Jakarta.

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah ditutup melemah 0,18% atau 33 poin menjadi Rp17.758 per dolar AS dibandingkan Rp17.725 pada penutupan perdagangan Rabu (26/8/2026).

Sementara di pasar spot hari ini, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,11% ke level Rp17.744 per dolar AS. Sebelumnya rupiah spot membuka perdagangan hari ini dengan melemah 0,29% ke level Rp17.763 per dolar AS.

Pelemahan rupiah hari ini, terutama dipicu kekhawatiran investor terhadap eskalasi dari aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat di Gedung DPR RI.

Aksi demonstrasi yang berlangsung kondusif, membuat tekanan terhadap rupiah perlahan terkikis, namun mata uang Garuda tetap berada di zona merah hingga akhir perdagangan hari ini.

Pelemahan rupiah sedikit tertahan oleh aliran modal masuk (capital inflow) ke pasar Surat Utang Negara (SUN), yang membuat imbal hasil (yield) turun untuk tenor jangka pendek dan menengah.

SUN tenor 1 tahun mencatat penurunan yield sebesar 3,5 bps menjadi 6,73%, begitu juga tenor 2 tahun turun 1,5 bps menjadi 6,64%, dan tenor 4 tahun terkoreksi 1,4 bps ke 6,84%.

Sementara SUN tenor 5 tahun mencatat penurunan yield sebesar 0,5 bps menjadi 6,89%, tenor 7 tahun turun 0,1 bps ke 7%, dan tenor 8 tahun turun 1,1 bps ke 7%.

Selain itu, pelemahan rupiah juga dipicu lonjakan indeks dolar AS hingga nyaris menyentuh level 100. Hari ini, indeks dolar AS melonjak terhadap enam mata uang terkuat dunia ke level 99,17.

Melemahnya harga minyak dunia, juga menjadi sentimen positif bagi penguatan rupiah dan mata uang Asia lainnya. Hari ini, harga minyak mentah jenis Brent turun ke level US$86,48 per barel sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah ke level US$80,83 per barel.

Selain rupiah, mata uang Asia lainnya yang melemah terhadap dolar AS, antara lain Peso Filipina, Baht Thailand, Rupee India, dan Yen Jepang.

Sedangkan mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS, antara lain Won Korea Selatan (+0,4%), Dolar Taiwan (+0,4%), Dolar Singapura (+0,08%), Yuan Tiongkok (+0,03%), dan Dolar Hong Kong (+0,01%).

Untuk perdagangan besok, pergerakan rupiah sangat bergantung pada perkembangan perundingan damai konflik Timur Tengah, yang masih berlangsung antara AS dan Iran. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Antrean Volunteer MotoGP Mandalika Membludak, MGPA Pastikan Proses Seleksi Kini Lebih Lancar

BRIEF.ID - Momen viral antrean calon relawan (volunteer) Pertamina...

Demo DPR 27 Agustus 2026, Menko Polkam Pastikan Tak Ada Penyekatan Massa

BRIEF.ID - Rencana aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR...

Kabut Asap Selimuti Kuala Lumpur, Jelang Hari Kemerdekaan Malaysia

BRIEF.ID - Kabut asap menyelimuti Kuala Lumpur pada Rabu...

Harga Minyak Brent Melemah Tipis ke Level US$87 per Barel

BRIEF.ID - Harga minyak mentah Brent ditutup melemah pada...