BRIEF.ID – Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Republik Prancis memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor prioritas, khususnya terkait pelaksanaan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA).
“Hari ini, kami membahas isu-isu penting terkait kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia European Union CEPA. Terima kasih atas dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini,” kata Prabowo saat memberikan keterangan pers usai pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026).
Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Prancis tercatat sekitar US$ 2,4 miliar, menurut data pemerintah Indonesia. Sedangkan dalam perhitungan pihak Prancis, nilainya sekitar Euro 3,3 miliar.
Sedangkan neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit terhadap Prancis. Defisit tahun 2024 sekitar US$ 532,4 juta dan pada Januari 2025, defisit turun menjadi sekitar US$ 15,9 juta.
Prabowo mengungkapkan, hubungan Indonesia – Prancis, kini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah hubungan kedua negara.
“Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis berada di tingkat yang menurut saya terbaik selama ini. Kami terima kasih dan kami hormat dengan kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron,” ujar Prabowo.
Pertemuan kedua pemimpin menegaskan komitmen Indonesia dan Prancis untuk terus memperluas kerja sama saling menguntungkan, sekaligus mempererat kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemajuan bersama di tengah dinamika global. (nov)


