PYC Executive Training Program 2026, Mayjen Ketut: Prinsip Cinta Tanah Air Landasan Keputusan Strategis Bangsa

BRIEF.ID – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan, prinsip cinta Tanah Air sangat diperlukan di tengah dinamika tantangan bangsa yang semakin kompleks.

“Prinsip cinta Tanah Air, persatuan dan kesatuan, serta kepentingan negara menjadi landasan untuk menentukan keputusan strategis bangsa,” kata Ketut pada penutupan PYC Executive Training Program 2026, di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).

Hadir pada acara itu, Ketua PYC Filda Citra Yusgiantoro, Sekretaris PYC Amelia Yusgiantoro, Bendahara PYC Febria Oroh dan perwakilan  S. Rajaratnam School of International Studies Eddie Lim.

Sementara itu, Ketua PYC Filda Citra Yusgiantoro mengungkapkan, PYC Executive Training Program 2026 menjadi salah satu inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan di bidang pertahanan dan keamanan nasional.  Kegiatan ini  dirancang untuk merespons dinamika global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

“Program ini juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman modern,” ujarnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia (kiri) dan Ketua PYC Filda Yusgiantoro (kanan) pada penutupan PYC Executive Training Program 2026, di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).

Disebutkan, Executive Training Program 2026 merupakan hasil kolaborasi Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dan S. Rajaratnam School of International Studies di bawah Nanyang Technological University, Singapura.

“Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara lembaga nasional dan internasional dalam pengembangan kapasitas strategis melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara,” jelas Filda.

Ia mengatakan, 28 peserta yang mengikuti program pembekalan materi tentang geopolitik Indo-Pasifik, yang menyoroti dinamika kawasan dan implikasinya bagi keamanan nasional Indonesia.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang ancaman keamanan non tradisional di Asia Tenggara, keamanan siber dan kejahatan siber, serta isu-isu terorisme, ekstremisme, dan radikalisasi yang masih menjadi tantangan global.

Selain pembekalan dari perspektif ketahanan nasional, peserta juga memperoleh materi mengenai ketahanan energi, ekonomi pembangunan, infrastruktur strategis, dan bela negara, yang  menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan negara.

“Pemahaman ini diharapkan dapat memperkuat perencanaan kebijakan di tingkat operasional,” kata Filda.

Sebagai bagian dari pembelajaran praktis, peserta mengikuti kunjungan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata untuk memberikan gambaran langsung mengenai implementasi pengelolaan energi sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Pada tahap akhir program, peserta menyusun rencana aksi nyata bela negara. Rencana itu dirancang agar dapat diimplementasikan di lingkungan kerja masing-masing peserta.

Program ini diharapkan mampu mencetak pemimpin yang adaptif, berwawasan global, dan memiliki komitmen kuat dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Lanjutkan Tren Melemah Saat Pemerintah Jadwalkan Lelang SUN Pekan Ini

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah masih melanjutkan tren...

Harga Emas Antam Awal Pekan Turun Jadi Rp2.809.000 per Gram Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Harga Minyak Dunia Melonjak ke US$107 per Barel Imbas Perundingan Damai AS-Iran Buntu

BRIEF.ID - Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan hari...

Filda Yusgiantoro: Diperlukan Langkah Bersama Atasi Ancaman Keamanan Non Tradisional di Asia Tenggara

BRIEF.ID – Ketua Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) yang juga...