BRIEF.ID – Program layanan kesehatan gigi gratis bagi masyarakat kembali dihadirkan Yayasan Kembara Nusa. Kali ini, bersama GIGI.ID dan Basecamp Melangkiki didukung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Peduli, program sosial itu menyentuh masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), Kabupaten Alor,Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 74 relawan lintas profesi terlibat dalam program layanan kesehatan gigi Kembara Nusa, yang dilaksanakan pada 23-24 Juli 2026. Para relawan di antaranya dokter, spesialis, dan tenaga non-medis lainnya yang berasal dari penjuru Indonesia.
Di tengah tingginya masalah kesehatan gigi dan belum meratanya tenaga medis, program ini menghadirkan pemeriksaan, perawatan, dan edukasi kesehatan gigi bagi anak-anak serta orang dewasa di sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Alor menjadi perhatian kami mengingat masih adanya tantangan akses layanan kesehatan gigi. Tujuan kami membantu masyarakat mencegah masalah gigi berulang. Pemeriksaan dan perawatan selalu kami lengkapi dengan edukasi menyikat gigi yang benar dan pentingnya pemeriksaan rutin,” ujar drg. Stella Valentina, Sp.Ort,Co-Founder Kembara Nusa melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Baksos Keempat

Ia mengatakan, program di Alor menjadi bakti sosial (Baksos) Kembara Nusa yang ke empat di NTT sekaligus program pengabdian tahunan kedelapan sejak yayasan berdiri pada 2018.
Keberlanjutan program ini dilandasi besarnya kebutuhan pada pemerataan layanan kesehatan gigi. Data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan pada 2025, yang telah menjangkau hampir 9 juta peserta, menunjukkan masalah kesehatan gigi menjadi temuan paling dominan, bahkan melampaui hipertensi.
Sekitar satu dari dua peserta berusia 0–60 tahun tercatat mengalami gigi berlubang. Hal ini kembali terlihat pada 2026. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 1,1 juta anak atau 41% dari anak yang diperiksa melalui CKG, mengalami gigi berlubang.
Di sisi layanan, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) menyebut 26,8% puskesmas di Indonesia masih belum memiliki dokter gigi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong penguatan layanan kesehatan gigi secara menyeluruh, mulai dari edukasi sejak dini hingga pemerataan tenaga medis ke seluruh pelosok negeri. Dorongan itu juga mencakup pembelajaran menyikat gigi yang benar sejak usia dini dan kebiasaan melakukan pemeriksaan gigi setiap enam bulan.
Program Kembara Nusa di Alor sejalan dengan arah tersebut yang menggabungkan pelayanan langsung dan edukasi pencegahan. Pendekatan ini penting di tengah karakter wilayah kepulauan, sebaran permukiman, serta jarak menuju fasilitas kesehatan yang tidak selalu mudah dijangkau.
Selama dua hari, masyarakat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gigi, tindakan medis berdasarkan kebutuhan dan hasil pemeriksaan, serta edukasi mengenai cara dan waktu menyikat gigi yang benar.
Anak-anak dan keluarga juga didorong untuk menjadikan pemeriksaan gigi berkala sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan, bukan hanya dilakukan ketika keluhan telah muncul. Layanan tersebut menargetkan 500 orang di Desa Kokar dalam Kecamatan Alor Barat Laut, serta Posyandu Lipa B dalam Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Dokter Gigi dan Spesialis
Sebanyak 24 relawan datang dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas 21 dokter gigi umum dan spesialis serta tiga relawan nonmedis.
Mereka bekerja bersama 50 anggota Basecamp Melangkiki yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi penting agar layanan dapat diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan dan konteks masyarakat Alor.
Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menyampaikan apresiasi atas kehadiran 21 dokter gigi, termasuk dokter spesialis dan akademisi, yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kehadiran 21 dokter gigi secara bersamaan menjadi momentum penting bagi Kabupaten Alor. Kegiatan yang menjangkau sejumlah titik di Kecamatan Alor Barat Laut dan Teluk Mutiara ini akan sangat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi. Atas nama Pemerintah Kabupaten Alor, kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Kembara Nusa dan seluruh mitra yang telah menghadirkan layanan ini bagi masyarakat Alor,” ujar Rocky.

Peran BRI Peduli
Dukungan BRI melalui BRI Peduli memperkuat pelaksanaan program sekaligus menunjukkan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam menjangkau kebutuhan dasar masyarakat.
“Bagi BRI, akses kesehatan yang lebih merata merupakan salah satu fondasi bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Melalui BRI Peduli, BRI mendukung kolaborasi yang mempertemukan keahlian tenaga medis dengan kekuatan komunitas lokal. Kami berharap manfaatnya tidak hanya dirasakan saat pemeriksaan dan perawatan, tetapi juga melalui pengetahuan yang dapat diterapkan keluarga secara berkelanjutan,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.
Program di Alor melanjutkan perjalanan pengabdian Kembara Nusa yang dimulai pada 2018 dan telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia, antara lain Maumere, Sumba, dan Lombok Utara.
Setiap program memadukan pemeriksaan dan perawatan, edukasi pencegahan, serta kolaborasi dengan mitra lokal agar pelaksanaannya relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Melalui program ini, Kembara Nusa berharap pendekatan yang mempertemukan tenaga medis lintas daerah, komunitas lokal, dukungan sektor swasta, dan pemerintah daerah dapat terus dikembangkan untuk memperluas layanan kesehatan gigi di wilayah kepulauan dan daerah yang sulit dijangkau. (nov)


