Presiden Jokowi Puji Penanganan Stunting di Kabupaten Sumedang

BRIEF.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus mengapresiasi langkah-langkah konkret yang dilakukan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam penanganan stunting berbasis Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Apresiasi itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju yang membahas tentang Percepatan Penanganan Stunting melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/1/2022).

“Arahan Bapak Presiden, Pak Bupati  Sumedang langsung dikirim ke daerah-daerah untuk bisa membantu replikasi. Bukan sebagai pejabat bupati, tapi langsung dikirim  untuk  mereplikasi, membantu bupati, dan wali kota di daerah-daerah yang nilai stunting-nya masih tinggi dan  nilai SPBE-nya mencukupi agar bisa segera mengulangi suksesnya,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Menkes mengatakan, instruksi itu disampaikan Kepala Negara  setelah  mendapat informasi bahwa Sumedang salah satu kabupaten yang baik dalam penerapan SPBE sekaligus dijadikan basis data dalam penurunan stunting.

Bupati Sumedang, lanjut Menkes, dinilai sukses membangun SPBE di daerahnya sekaligus mengorkestrasi  aspek personel, proses bisnis, dan sistem data elektronik  menjadi satu kesatuan yang utuh.

“Beberapa  program pemerintah, bukan hanya stunting,  juga  berhasil memperbaiki program kemiskinan, program kemudahan memberikan izin itu jadi jauh lebih baik,” katanya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Perkuat Postur Pertahanan Udara

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menyerahkan kepada Tentara Nasional...

IHSG Ditutup Anjlok 1,85% Hari Ini, Lebih dari 600 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Ambruk ke Level Rp17.600 per Dolar AS Usai Libur Panjang, Terlemah di Asia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ambruk ke level...

Investor Khawatir Kenaikan Inflasi di AS

BRIEF.ID – Kalangan investor institusional semakin khawatir terhadap risiko...