BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto melakukan pergeseran jabatan strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan menempatkan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI.
Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengisi posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Maruli.
Pergantian ini menjadi bagian dari penataan kepemimpinan di tubuh TNI. Informasi mengenai pergeseran jabatan itu mencuat menjelang pelantikan sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Sebelumnya, Maruli menjabat KSAD, sedangkan Tandyo menduduki posisi Wakil Panglima TNI. Pergantian keduanya membuat Maruli beralih dari pimpinan tertinggi Angkatan Darat ke posisi yang membantu Panglima TNI dalam pelaksanaan tugas organisasi dan operasional.
Rekam Jejak Maruli
Maruli Simanjuntak merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer tahun 1992. Ia lahir di Bandung pada 27 Februari 1970.
Sebelum menjabat KSAD, Maruli pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Presiden Joko Widodo melantik Maruli sebagai KSAD pada 29 November 2023. Dalam pelantikan tersebut, Maruli juga memperoleh kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang empat. Pengalaman memimpin satuan strategis Angkatan Darat menjadi bagian dari perjalanan karier militernya sebelum menempati posisi Wakil Panglima TNI.
Tandyo Budi Revita Mengisi Posisi KSAD
Sementara itu, Tandyo Budi Revita sebelumnya menjabat Wakil Panglima TNI. Ia merupakan perwira tinggi yang memiliki pengalaman dalam berbagai penugasan militer dan jabatan strategis, termasuk di lingkungan Kementerian Pertahanan.
Pergeseran Tandyo menjadi KSAD menempatkannya pada posisi pimpinan tertinggi di TNI Angkatan Darat, dengan tanggung jawab terhadap pembinaan kekuatan, kesiapan personel, serta pengembangan organisasi Angkatan Darat.
Peran Strategis Wakil Panglima TNI
Jabatan Wakil Panglima TNI memiliki peran penting dalam membantu Panglima TNI menjalankan tugas pokok organisasi. Peran tersebut mencakup dukungan terhadap koordinasi, perencanaan, dan pengendalian pelaksanaan tugas TNI, baik operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang.
Dalam menghadapi tantangan pertahanan yang terus berkembang, koordinasi antarmatra—Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara—menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan tugas TNI.
Penempatan Maruli pada posisi Wakil Panglima TNI karena itu menandai perubahan lingkup tanggung jawabnya, dari memimpin Angkatan Darat menjadi membantu koordinasi pada tingkat TNI secara keseluruhan.
Meski demikian, alasan resmi Presiden di balik pergeseran jabatan tersebut perlu merujuk pada keterangan pemerintah atau keputusan pengangkatan yang bersangkutan. (nov)


