IHSG Ambruk ke Level 5.800, Lebih Dari 600 Saham Turun Harga

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk ke level 5.800 dengan lebih darti 600 saham turun harga pada perdagangan Kamis (15/10/2026).

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 0,44% atau 25,89 poin ke level 5.917. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,50% atau 2,97 poin ke posisi 591,62.

Hingga pukul 11:00 waktu JATS, IHSG terpantau ambruk hingga 2,22% atau 132,39 poin ke level 5.810. Selama dua jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.917, dan level terendah di 5.804.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 626 saham turun harga, 74 saham naik harga, dan 88 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang diperdagangkan mencapai 17,639 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 922.140 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,384 triliun.

Sepanjang 2 jam perdagangan, IHSG terpantau bergerak di zona merah, dipicu aksi jual yang dilancarkan investor terhadap saham-saham di berbagai sektor, terutama saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Saham 3 bank BUMN, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) aktif dilepas investor.

Hal itu, membuat harga BMRI ambruk di bawah level Rp4.000. Hingga pukul 11:00 WIB, harag saham BMRI terpantau turun 0,76% atau Ro30 menjadi Rp3.930 per lembar.

Saham BUMN di sektor energi, yang mengalami koreksi dalam adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang terkoreksi 3,67% atau Rp120 menjadi Rp3.150 per lembar.  

Di sektor konstruksi, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) anjlok sebesar 3,06% atau Rp50 menjadi Rp1.585 per lembar, disusul PT Jasa Marga Tbk yang melemah 1,99% atau Rp50 menjadi Rp2.460 per lembar.

Sementara di sektor telekomunikasi, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masih terus dilepas investor, hingga turun sebesar 1,78% atau Rp40 menjadi Rp2.210 per lembar.

Pelemahan IHSG hari ini, terutama dipicu faktor eksternal, yakni lonjakan harga minyak dan inflasi Amerika Serikat (AS) periode September 2026.

Harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global kembali menyentuh level US$106 per barel, seiring konflik Timur Tengah yang tak kunjung berakhir, dan memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kelangkaan pasokan energi.

Kekhawatiran pelaku pasar makin meningkat seiring rilis data inflasi AS per September 2026 yang diumumkan US Bureau of Labor Statistics pada Rabu (14/10/2026) waktu setempat.

Dilaporkan, inflasi AS secara tahunan atau year-on-year (yoy) sebesar 3,7% per September 2026. Angka tersebut meningkat dari inflasi AS per Agustus 2026 sebesar 3,4% (yoy), bahkan lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang sebesar 3,6% (yoy).

Sementara inflasi inti (core) AS secara tahunan adalah 2,6% (yoy), lebih tinggi dari posisi Agustus 2026 yang sebesar 2,4% (yoy), dan melebihi proyeksi konsensus pasar yang sebesar 2,5%.

Lonjakan inflasi AS pada September 2026, meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed atau Fed Funds Rate (FFR).

Hal itu, semakin diperparah dengan inflasi Tiongkok yang naik ke level 0,9% secara tahunan (yoy) pada September 2026 dari level sebelumnya 0,8% (yoy) pada Agustus 2026.

Lonjakan inflasi AS dan Tiongkok, yang merupakan dua negara maju dan mitra dagang utama Indonesia, semakin meningkatkan kekhawatiran terkait tingginya inflasi global, yang membuat pelaku pasar menarik modal dari pasar keuangan emerging market termasuk Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi terus bergerak di zona merah di kisaran level support 5.800 hingga level resistance 5.900. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kapolri Mutasi 299 Perwira dalam Dua Pekan, IPW Peringatkan Potensi Gesekan di Internal Polri

BRIEF.ID – Perombakan besar-besaran di tubuh Polri pada awal...

Rupiah Anjlok Sentuh Level Rp17.950 per Dolar AS, Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Inflasi AS

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah anjlok hingga menyentuh...

Harga Emas Antam Makin Melemah, Terseret Lonjakan Inflasi AS

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT  Aneka Tambang...

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Belanja Besar Tak Sepadan Pertumbuhan

BRIEF.ID - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dan...