BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026) diprediksi masih konsolidasi dan belum ada pergerakan signifikan.
Akibatnya, investor bersikap wait and see menyusul batalnya perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan. Presiden AS Donald Trump telah membatalkan keberangkatan utusan khusus Pemerintah AS ke Islamabad karena menolak tuntutan Iran.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 7.300, pivot 7.200, dan support 7.000. Saham-saham yang diunggulkan pada perdagangan di sepanjang pekan ini meliputi ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, dan SRTG.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level psikologis di 7.000,” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, indeks utama di bursa Wall Street New York, AS ditutup mixed pada perdagangan Jumat (24/4/2026). Investor berharap akan adanya perundingan damai antara AS dan Iran dalam waktu dekat di Pakistan.
Diberitakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah berada di Islamabad, pada Jumat (24/4/2026) untuk berdiskusi dengan Pakistan tentang potensi putaran kedua negosiasi dengan AS.
Harga minyak mentah ditutup sedikit melemah dengan adanya berita tersebut. Diberitakan pula AS mengirim utusan ke Pakistan, namun kemudian Trump membatalkannya setelah Menlu Iran meninggalkan Islamabad setelah berdiskusi dengan Pakistan.
Sentimen negatif masih berlanjut dengan diblokirnya Selat Hormuz. Meskipun AS mengumumkan diperpanjangnya gencatan senjata Israel-Lebanon selama tiga pekan, pertempuran tetap berlanjut di Lebanon selatan.
Sementara itu, dilaporkan AS berpotensi menghukum sekutunya di NATO, termasuk menangguhkan Spanyol dari aliansi karena tidak mendukung AS dalam perang Iran.
Investor masih akan mencermati adanya potensi perundingan damai AS-Iran. Di Wall Street, investor juga menantikan dirilisnya laporan keuangan beberapa emiten teknologi besar. Secara global, investor akan mencermati pertemuan The Fed, ECB, BoE dan BoJ untuk membahas kebijakan moneter masing-masing pada pekan ini. Data PDB Kuartal I-2026 dari AS dan Euro Area juga akan dirilis pada pekan ini.
Dari dalam negeri, investor masih akan mencermati dampak konflik di Timur Tengah terhadap prospek ekonomi domestik, termasuk depresiasi Rupiah, potensi inflasi dan kemungkinan melebarnya defisit APBN 2026.
Moody’s umumkan penilaian terbaru terhadap peringkat utang RI tetap dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas investment grade, namun dengan outlook direvisi dari stabil menjadi negatif. (nov)


