BRIEF.ID – Koreksi harga minyak dan aksi korporasi emiten diperkirakan berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pekan ini.
Saham-saham MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, dan NCKL difavoritkan dalam perdagangan.
“Koreksi harga minyak dan aksi korporasi emiten berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan indeks, pekan ini. Diperkirakan IHSG akan menguji level 7.700-7.720,” demikian riset Phintraco Sekuritas, pada Senin (20/4/2026).
Sementara itu, indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Jumat (17/4/2026), setelah Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka selama masa gencatan senjata, menyusul laporan tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Harga minyak melemah tajam, untuk WTI terkoreksi hampir 12% ke level US$ 83 per barel dan Brent turun 9% ke level sekitar US$ 90/barel, pada Jumat (17/4/2026).
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz masih berlangsung sampai benar-benar tercapai kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Akibatnya Iran memberlakukan penutupan menyeluruh Selat Hormuz, hanya kurang dari sehari setelah membukanya. Iran, pada Sabtu (18/4/2026) menyatakan bahwa selat itu ditutup hingga blokade AS dicabut.
Potensi kesepakatan Iran dan AS untuk mengakhiri perang masih akan mendominasi pergerakan pasar serta prospek ekonomi global, dengan sinyal menjanjikan dari kedua pihak. Banyak pihak yang meyakini bahwa ada isyarat resolusi, namun di lain pihak juga masih saling memberikan ancaman, menjelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 21 April 2026.
Investor juga mencermati kelanjutan earning season Kuartal I-2026 di Wall Street dan data ekonomi AS seperti retail sales, sektor manufaktur, dan jasa.
Calon Ketua The Fed, Kevin Warsh akan memberikan kesaksian di hadapan Kongres dalam pidato publik pertamanya mengenai masalah kargo. Di Asia, PBoC akan menetapkan suku bunga pinjaman utama dan Jepang akan merilis data perdagangan, inflasi, dan PMI.
Data indikator ekonomi yang akan dirilis di domestik di antaranya hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, pada Selasa (22/4/2026), pertumbuhan kredit, serta M2 Money Supply, pada Rabu (23/4/2026). (nov)


