BRIEF.ID – Indeks pada perdagangan di Bursa Wall Street, New York, Kamis (18/6/2026) ditutup menguat menyusul ditandatanganinya perjanjian damai sementara antara AS dan Iran.
Berdasarkan perjanjian, operasi militer akan dihentikan dan blockade Selat Hormuz juga dibuka. Kesepakatan tersebut akan memulai periode negosiasi selama dua bulan untuk mencapai kesepakatan akhir.
Indeks rebound dari koreksi sehari sebelumnya setelah The Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga 25 bps tahun ini dan Chairman The Fed Kevin Warsh mengumumkan tinjauan menyeluruh pada praktik bank sentral. Bursa Wall Street akan tutup pada hari Jumat karena libur Juneteenth. Sepanjang pekan ini, indekS S&P naik 0,9%, Nasdaq menguat 2,4%, dan Dow naik 0,7%.
Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga tidak berubah di 3,75% pada Juni 2026 karena para pembuat kebijakan mempertimbangkan penurunan inflasi terhadap ketidakpastian yang berkelanjutan dari pasar energi global yang bergejolak terkait dengan ketegangan di Timur Tengah.
Harga energi global telah menurun sejak pertemuan sebelumnya menyusul perkembangan di Timur Tengah, tetapi tetap tinggi dan tidak stabil dibandingkan dengan tingkat sebelum konflik. Inflasi CPI Inggris telah menurun menjadi 2,8%, meskipun BoE memperkirakan inflasi dapat meningkat akhir tahun ini karena kenaikan harga energi sebelumnya terus berlanjut.
Harga minyak mentah cenderung stabil setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan, kapal tanker dengan muatan lebih dari 12 juta barel melintasi Selat Hormuz. Obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun turun 1 bps di level 4,453%.
Namun imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun naik lebih dari 1 bps di level 4,179%, setelah meningkat signifikan sehari sebelumnya. Harga emas spot melemah 0,6% di level US$ 4.232 per troy ons akibat sinyal kebijakan yang agresif The Fed dan penguatan Dolar AS. (nov)


