Perdagangan Emas Fisik di ICDX Melesat, Tembus Rp115,6 Triliun Sepanjang 2025

BRIEF.ID – Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) melaporkan perdagangan emas fisik secara digital melesat sepanjang Tahun 2025.

Direktur ICDX, Nursalam, mengatakan nilai transaksi pasar emas fisik di ICDX pada tahun 2025 tercatat menembus Rp115,6 triliun, tumbuh 101,04% dibandingkan Rp57,5 triliun pada 2024.

Sementara volume transaksi pasar emas fisik di ICDX sebesar 58.654.322 gram pada 2025, tumbuh 25,20% dibandingkan 46.849.357 gram pada 2024.

“Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap pembelian emas fisik secara digital melalui bursa berjangka dalam hal  ini ICDX,” kata Nursalam, di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Menurut dia, meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan emas fisik secara digital di ICDX dipengaruhi tiga faktor. Pertama, marakat lebih praktis untuk membeli emas karena tak perlu datang ke gerai penjualan emas, tetapi hanya cukup menggunakan aplikasi di smartphone.

Kedua, adanya dampak positif dari digitalisasi yang menyentuh semua sektor kehidupan, termasuk dalam membeli emas. Ketiga, Makin tingginya minat generasi muda yang telah bekerja dan memiliki penghasilan untuk i melakukan investasi emas secara digital.

“Dengan faktor-faktor positif tersebut, ICDX menargetkan volume transaksi pasar emas fisik secara digital di tahun 2026 bisa bertumbuh hingga 30%,” ujar Nursalam.

Solusi

Dia menyampaikan, perdagangan emas fisik secara digital bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang berkeinginan melakukan investasi emas dengan cara lebih praktis.

Mekanisme transaksi emas fisik secara digital juga terjamin aman, karena diawasi pemerintah, melalui Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), lembaga kliring yang berperan menjadi penjaminan dan penyelesaian transaksi, serta lembaga depository yang berperan menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital.

“ICDX berkomitmen terus meningkatkan layanak kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, untuk membuat perdagangan emas fisik secara digital menjadi solusi sekaligus intrumen investasi terpercaya,” ungkap Nursalam.

Sementara Dekan Fakultas Ekonomi & Komunikasi Bisnis Universitas Islam Nusantara Bandung, Yoyok Prasetyo, mengatakan peningkatan minat masyarakat untuk melakukan investasi di emas secara digital sangat positif bagi investasi di Indonesia, karena menjadi alternatif untuk memperkaya portofolio investasi.

Terkait dengan itu, para pemangku kepentingan di ekosistem ini diharapkan terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait keamanan transaksi pasar emas fisik secara digital.

“Hal ini menjadi penting, karena masyarakat melihat aspek keamanan transaksi sebagai hal yang penting dalam mereka melakukan investasi,” ujar Yoyok. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Trump: Kesepakatan Damai AS-Iran Ditandatangani Hari Ini, Selat Hormuz Kembali Dibuka  

BRIEF.ID – Presiden AS Donald Trump mengatakan, kesepakatan damai...

Ribuan Kursi Kosong Saat Pertandingan Qatar vs Swiss di Stadion Levi’s  

BRIEF.ID – Penonton di Amerika Serikat (AS) disebut-sebut kurang...

Piala Dunia FIFA 2026, Polisi Tahan Dua Pelaku Pencurian Perlengkapan Timnas Inggris

BRIEF.ID – Dua orang  ditahan terkait pencurian perlengkapan dari...

Piala Dunia FIFA 2026, Dorong Pembukaan Lapangan Kerja dan Pengeluaran Konsumen

BRIEF.ID – Goldman Sachs memperkirakan, penyelenggaraan Piala Dunia FIFA...