Perdagangan Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Uji Level Psikologis 5.000

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), diprediksi menguji level psikologis 5.000 di tengah tekanan teknikal.

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG diperkirakan bergerak pada level support 5.000, pivot 5.100, dan resistance 5.200. Saham-saham yang diunggulkan untuk dicermati investor, antara lain DSSA, TPIA, ULTJ, MYOR, dan KLBF.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 3,49% ke level 5.098,06 pada perdagangan Kamis (29/10/2026), meskipun sempat dibuka menguat hingga mencapai level 5.305.

Secara teknikal, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) IHSG kembali melebar, sedangkan indikator Stochastic Relative Strength Index (RSI) membentuk death cross di area pivot. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan terhadap IHSG masih berlanjut, sehingga indeks diperkirakan menguji level psikologis 5.000 pada perdagangan Jumat.

Dari eksternal, investor akan mencermati pertemuan Bank of Japan (BoJ) pada 30 Oktober 2026. Bank sentral Jepang tersebut diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,25%.

Dari Eropa, perhatian pasar tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi Jerman dan kawasan Eropa. Ekonomi Jerman diperkirakan tumbuh 1,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III-2026, meningkat dari 1% pada kuartal II-2026. Sementara itu, inflasi Jerman diperkirakan melandai menjadi 3% YoY pada Oktober 2026, dibandingkan 3,3% pada September 2026.

Adapun pertumbuhan ekonomi kawasan Euro diperkirakan melambat menjadi 1,1% YoY pada kuartal III-2026, dari 1,2% pada kuartal sebelumnya.

Dari dalam negeri, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp262,4 triliun kepada lebih dari 4 juta debitur per 26 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,62 juta merupakan debitur baru, atau mencapai 118% dari target.

Penyaluran KUR berpotensi menopang konsumsi domestik, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan sektor perbankan dan usaha terkait. Namun, dampak positif program tersebut tetap bergantung pada kualitas kredit dan kemampuan debitur menjaga keberlanjutan usaha. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Film “Laut Bercerita,” Kisah Perjuangan Aktivis Mahasiswa dan Penantian Keluarga Korban Penghilangan Paksa

BRIEF.ID – Film “Laut Bercerita,” yang diadaptasi dari novel...

“Gentle Monster,” Film Thriller Psikologis tentang Cinta, Penyangkalan, dan Kejahatan Sosial

BRIEF.ID – Film “Gentle Monster” secara mengesankan mengajak penonton...

Bursa Wall Street Ditutup Melemah, Saham Alphabet Anjlok 12,6%

BRIEF.ID – Pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street...

Akankah Kita Mengulang Kisah Laut Bercerita?

BRIEF.ID - Memegang asa, terus mencari yang dikasihi yang...