BRIEF.ID – Memegang asa, terus mencari yang dikasihi yang hilang (dihilangkan) karena menolak bungkam atas ketidakadilan dan penindasan, bukan sekadar moral story dari kisah film Laut Bercerita, yang diangkat dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori.
Terus berjuang menyuarakan kebenaran dengan semangat yang tak pernah padam adalah antibodi yang ditularkan dalam film yang sedang tayang di bioskop saat momen Peringatan Sumpah Pemuda, juga di saat yang bersamaan pemuda-pemudi turun ke jalan menyuarakan keresahan atas carut marutnya kondisi negeri ini di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kisah Biru Laut Wibisono yang diperankan Reza Rahardian, sebagai aktivis mahasiswa dari kelompok Winatra yang memperjuangkan kebebasan berekspresi. Laut dan rekan-rekannya diculik oleh aparat dan dihilangkan secara paksa akibat menyuarakan kritik terhadap pemerintah, terasa relevan dengan situasi akhir-akhir ini. Sementara adiknya, Asmara Jati, bersama keluarga berjuang mencari keadilan. Film ini memiliki kedekatan dengan para penonton atau sesungguhnya adalah kisah nyata dari sebagian kita.
Pemilihan Reza untuk memerankan Laut juga sangat cocok. Mengingat dalam kehidupan nyata, Reza juga aktif menyuarakan kritik sosial dan politik terkait kebijakan pemerintah dan kondisi sosial. Dalam film ini, intensitas emosi yang dikeluarkan Reza sebagai Laut, terasa menembus layar.
Dalam press screening pun Reza mengakui bahwa dirinya dan pemeran lainnya berupaya memaksimalkan visual yang terekam dalam buku. “Memang tidak semua adegan di dalam buku itu bisa dirangkum, ditampilkan dalam film. Buku ini layak mendapatkan tayangan yang terbaik,” ujarnya pada acara Nonton Bareng Film Laut Bercerita di Senayan City, Kamis (29/10/2026).

Berlatar akhir Orde Baru di Yogyakarta (1990-an), film ini disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, penulis Skenario Yosep Anggi Noen dan Leila S. Chudori. Selain Reza Rahardian, sejumlah aktris dan aktor ternama menjadi pemeran utama film ini, diantaranya Christine Hakim sebagai Ratih Wibisana (Ibu), Arswendy Beningswara sebagai Arya Wibisana (Bapak), Dian Sastrowardoyo sebagai Kasih Kinanti, Yunita Siregar sebagai Asmara Jati, Eva Celia sebagai Ratih Anjani dan Kevin Julio sebagai Daniel.
“Di balik pembuatan film ini, tentu kita merasa bahwa tidak mudah membuat film seperti ini dan mencari strategi yang tepat mengkomunikasikan film ini. Kami sangat appreciate antusias atas film ini. Karena apresiasi ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan atas jenis film-film seperti ini, agar produser lebih percaya diri untuk membuat film ini. Semoga Laut Bercerita bisa menjadi lokomotif tumbuhnya film-film seperti ini ke depannya,” tambah Reza.
Film Laut Bercerita bukan semata-mata kisah demo atau aktivis mahasiswa, tapi juga tentang cinta dan keluarga yang menolak menyerah, kesadaran untuk memilih tetap bertahan. Serta yang pasti, pentingnya mengingat sejarah. Sejarah berulang. Begitu juga dengan peristiwa Laut yang berlatar sejarah peristiwa 98.
Pertanyaannya: apakah kita akan belajar dari kisah ini? Apakah kita masih akan bergandengan tangan, berjuang melawan pihak yang semena-mena? Bersediakah kita menjadi Laut yang vokal bersuara menyuarakan hak asasi manusia (HAM)? Mampu kah kita, belajar dari Laut Bercerita, yang tetap memegang teguh nilai-nilai, agar tidak mengulang sejarah yang sama? (*)


