Pemerintah Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo

BRIEF.ID – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Berlokasi di Kelurahan Bulurejo, Kecamatan Lendah, proyek tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan terpadu, tetapi juga menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengklaim hingga saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat Kulon Progo telah mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan selesai pada Juni 2026.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas, tanpa mengabaikan mutu konstruksi,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (27/4).

Dia menjelaskan sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare dengan total anggaran APBN sebesar Rp214 miliar. Jika rampung, menurut Dody, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 1.080 siswa.

Kemudian, di sisi lain, proyek ini juga dinilai bisa menjadi motor penggerak tenaga kerja. Menurutnya, jumlah pekerja yang awalnya sekitar 650 orang kini telah meningkat menjadi 840 orang dan diperkirakan akan terus bertambah hingga mendekati 925 orang.

“Peningkatan kebutuhan tenaga kerja itu juga bisa memberikan dampak langsung bagi warga sekitar, terutama dalam menambah pemasukan rumah tangga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Raden Haryo Satriyawan, mengemukakan bahwa percepatan proyek dilakukan melalui kombinasi penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan di beberapa zona konstruksi secara bersamaan.

“Langkah percepatan kami lakukan melalui penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan di beberapa zona konstruksi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih paralel,” ujar Haryo.

Dia mengatakan dampak proyek itu tidak berhenti di sektor konstruksi. Menurutnya, aktivitas pekerja turut memicu pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari usaha warung makan, layanan transportasi, hingga penyedia kebutuhan harian.

“Efeknya, perputaran uang di lingkungan sekitar ikut meningkat,” tuturnya.

Seperti diketahui, Sekolah Rakyat Kulon Progo dirancang sebagai kawasan pendidikan modern yang terintegrasi. Berbagai fasilitas disiapkan, mulai dari ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, hingga pusat pembelajaran digital. Selain itu, tersedia pula asrama bagi siswa dan tenaga pengajar.

Untuk menunjang aktivitas sehari-hari, sekolah ini juga dilengkapi fasilitas tambahan seperti klinik, kantin sehat, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, serta ruang terbuka hijau.

Dengan pembangunan yang terus dikebut, Sekolah Rakyat Kulon Progo diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan baru, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Proyek ini menjadi contoh bahwa investasi di bidang pendidikan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga, melalui terbukanya peluang kerja dan tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal. (AYB)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Instruksikan Perbaikan 1.800 Perlintasan Kereta, Fokus Tekan Risiko Kecelakaan

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk...

Dirut KAI: Korban Meninggal Tabrakan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

BRIEF.ID - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia...

Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Kota Bekasi

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan kereta...

Dilantik Jadi Menteri LH, Jumhur Fokus Benahi Pengelolaan Sampah

BRIEF.ID - Mohammad Jumhur Hidayat resmi mengemban tugas sebagai...