BRIEF.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Percasi Nanang Surahman Agung Pujalaksana mengapresiasi langkah Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menyelenggarakan Kejuaraan Catur Junior ke-7 Piala Bergilir Prof. Purnomo Yusgiantoro.
Nanang mengatakan, kejuaraan yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut menjadi wadah untuk mendorong pembinaan dan pengembangan talenta muda pecatur Indonesia.
“PB Percasi dalam setiap waktu terus mengembangkan dan membina percaturan Indonesia, khususnya bagi generasi muda dalam rangka membangun karakter, kemampuan, dan bisa menjadi atlet yang berprestasi,” kata Nanang melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Ia berharap PYC dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan olahraga catur di Indonesia. Menurutnya, catur memiliki sejarah panjang sebagai olahraga sekaligus olah pikir yang hingga kini tetap diminati masyarakat luas.
“Catur memiliki sejarah panjang sebagai olahraga sekaligus olah pikir yang hingga kini masih diminati masyarakat luas,” jelas Nanang.
Pembukaan kejuaraan dilakukan secara simbolis melalui pertandingan catur cepat antara Nanang dan Prof. Purnomo Yusgiantoro.
Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Surono mengatakan, catur tidak hanya mengajarkan teknik permainan, tetapi juga membentuk keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan berpikir strategis.
Menurutnya, kemampuan tersebut akan menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia profesional.
“Dengan bermain catur, sejak kecil anak-anak sudah terlatih berpikir cerdas dan lincah. Itu yang akan membuat mereka sukses, tidak hanya jika ingin jadi Grand Master, tetapi juga di profesi apa pun, entah jadi guru, pengacara, tentara, atau polisi,” jelas Surono.
Kejuaraan Catur Junior ke-7 Piala Bergilir Prof. Purnomo Yusgiantoro diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit unggul catur Indonesia.
Didukung berbagai pihak, kejuaraan tersebut diharapkan mampu melahirkan pecatur muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan prestasi tinggi, tetapi juga karakter kuat serta mampu membawa nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (nov)
- Juara 1–10 KU 8
- Rafi Abdullah
- Arsene Wei Gunawan
- Adzriel Satria Putra
- Pangestika Nirmala Wening
- Abidillah
- Ethaniel Sunarto
- Karessa Mathio
- Alesha Mahawira Azzahra
- Arzean Razka Giandra
- Shalom Singgih Hakiki
- Juara 1–10 KU 10
- Ryo Jayden Hu
- Zach Alexander Tjong
- Clayton Trevor Pratama
- Salim Nur Husni
- Christ Tangguh Prio Utomo
- Muhammad Nabil Muzakki
- Calistha Annabella Santoso
- Ghafir Antareja Junardi
- Muhammad Yusuf Hamdani
- Ibnu Abdillah Muhammad
Juara 1–10 KU 12
- Edson Maxy Wiryanto
- Alexander Philip Kurniawan
- Muhammad Zhafran Athallah Irawan
- Banyu Wiguno Wening
- Kyle Darrel Gunawan
- Muhammad Saud Al Farabi
- Frans Kosta Murti Sitanggang
- Leonathan Edgar Hansen
- Jessen Michael Aiji Pranata
- Kingston Lovendria Tjia


