Pasar Global Khawatirkan Kesehatan Ekonomi AS

BRIEF.ID – Indeks di Wall Street ditutup mixed,  pada perdagangan Selasa (16/12/2025). Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,62% ke level 48.114,26, S&P 500 turun 0,24% menjadi 6.800,26, dan Indeks Russel 2000 juga melemah 0,45% menjadi 2.519,30. Sedangkan Nasdaq Composite naik 0,23% menjadi 23.111,46.

Data pasar tenaga kerja menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan ekonomi Amerika Serikat (AS), namun rebound pada beberapa saham terkait AI  membantu menahan pelemahan di sektor teknologi.

Data nonfarm payrolls meningkat 64 ribu pada bulan November 2025, melampaui ekspektasi sebesar 50 ribu dan di atas penurunan 105 ribu pada bulan Oktober 2025.

Tingkat pengangguran pada bulan November naik menjadi 4,6%, dibandingkan dengan perkiraan 4,5%. Ini adalah level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, yang menggarisbawahi kekhawatiran baru-baru ini tentang perlambatan di pasar tenaga kerja AS.

Data itu  dirilis beberapa hari sebelum data CPI untuk bulan November 2025, yang juga akan dicermati  investor. Data pasar tenaga kerja dan inflasi adalah dua pertimbangan utama bank sentral AS, The Fed untuk memangkas suku bunga.

Sebelumnya The Fed telah mengisyaratkan pendekatan berbasis data untuk pelonggaran lebih lanjut. Penjualan ritel AS secara tak terduga datar pada  Oktober 2025, setelah kenaikan 0,1% yang direvisi ke bawah pada bulan September 2025.

Sementara itu, turunnya harga minyak mentah AS ke level terendah sejak tahun 2021 mendorong koreksi pada saham sektor energi.

Harga minyak mentah AS turun hampir 2,7% ke level US$ 55,27 per barel pada penutupan perdagangan, Senin (16/17/2025) karena potensi surplus yang akan datang dan kemungkinan kesepakatan perdamaian di Ukraina.

Harga US 10-year Bond Yield turun lebih dari 3 bps ke level 4,151%. Harga emas spot menguat 0,2% ke level US$ 4.310 per troy ons, pada Senin (16/12/2025). 

Kenaikan harga emas ini karena data  tenaga kerja AS memperkuat spekulasi tentang penurunan suku bunga oleh The Fed  dan menyebabkan indeks dolar  AS turun. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Menguat Terbatas Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Timur Tengah

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terbatas pada...

KULT KREO 2026 Dorong Talenta Muda Manfaatkan Hak Cipta

BRIEF.ID – Gelaran KULT KREO 2026 akan menyemarakkan perhelatan...

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.840.000 per Gram, Sinyal Perdamaian AS-Iran Makin Kuat

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Industri Kosmetik RI Tumbuh Pesat, PERKOSMI Dorong Inovasi dan Standar Berkelanjutan

BRIEF.ID - Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) kembali menggelar...