BRIEF.ID – Pada era 1960–1990-an, Pantai Gading belum termasuk negara yang mendominasi sepak bola Afrika. Sejak 1990-an Timnas Pantai Gading mulai tampil konsisten di tingkat benua dan berhasil menjuarai Piala Afrika pada tahun 1992.
Pantai Gading menjadi simbol keberhasilan pembinaan pemain muda di Afrika. Banyak pemain Pantai Gading berhasil menjadi bintang di kompetisi elite Eropa dan menginspirasi generasi berikutnya.
Masa kejayaan Pantai Gading dimulai pada era 2000-an dengan munculnya generasi emas yang bermain di liga-liga top Eropa, antara lain, Didier Drogba, Yaya Touré, Kolo Touré, Salomon Kalou, dan Gervinho.
Generasi yang dipimpin oleh Didier Drogba, Yaya Touré, dan Kolo Touré tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pemain muda. Mereka menunjukkan bahwa pemain Pantai Gading mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Keberhasilan negara ini menjuarai Piala Afrika beberapa kali dan melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026, semakin mengukuhkan status pantai Gading sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika.
Perjalanan Timnas Pantai Gading di Grup E Piala Dunia 2026 berawal dari kemenangan 1-0 atas Ekuador, kemudia kalah 1-2 dari Jerman, dan terakhir menang 2-0 atas Curaçao. Lolosnya Pantai Gading menunjukkan konsistensi mereka sepanjang fase grup. Kemenangan atas Ekuador pada laga pembuka dan atas Curaçao pada laga terakhir menjadi penentu tiket mereka ke fase gugur, meskipun sempat kalah dari Jerman.
Pantai Gading telah beberapa kali tampil di Piala Dunia. Piala Dunia 2006 di Jerman menjadi debut bagi Pantai Gading, namun gagal lolos dari fase grup meski diperkuat Didier Drogba.
Saat digelar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Timnas Pantai Gading kembali tersingkir di fase grup. Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, lagi-lagi Pantai Gading gagal lolos ke babak gugur.
Tahun ini, untuk pertama kalinya Pantai Gading berhasil lolos ke babak 32 besar setelah finis sebagai runner-up Grup E.
Pantai Gading telah menjuarai Piala Afrika sebanyak tiga kali yaitu pada 1992, 2015, dan 2023 (turnamen dimainkan tahun 2024).
Timnas Pantai Gading dikenal memiliki fisik yang kuat, kecepatan di sektor sayap, permainan menyerang yang agresif, dan banyak pemain yang berkarier di liga-liga Eropa.
Kemajuan Pantai Gading dalam dua dekade terakhir merupakan hasil perpaduan pembinaan pemain, pengalaman internasional, dan pengelolaan sepak bola yang semakin baik. Keberhasilan mereka lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi salah satu bukti kemajuan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah tim nasional dibangun melalui proses jangka panjang. Investasi pada pembinaan pemain muda, kompetisi domestik, dan pengalaman internasional dapat mengubah sebuah negara menjadi kekuatan yang disegani.
Bagi sepak bola Afrika, Pantai Gading menjadi contoh bahwa negara-negara di benua itu mampu bersaing secara konsisten dengan tim-tim terbaik dunia. Lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 memperkuat posisi Pantai Gading sebagai salah satu wakil Afrika yang patut diperhitungkan di panggung internasional. (nov)


