Optimisme Investor Meningkat, IHSG Berpotensi Menguat

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/8/2026), diprediksi berpotensi menguat seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi global.

Sentimen positif berasal dari data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) Juli yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Data tersebut mendorong investor mengurangi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang lebih ketat.

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG berpeluang bergerak dengan level resistance 6.400, pivot 6.350, dan support 6.270. Sejumlah saham yang menjadi pilihan antara lain PTRO, TPIA, BRPT, BMRI, dan BBCA.

Pada perdagangan Rabu (12/8/2026), IHSG ditutup menguat 1,69% ke level 6.373,85. IHSG mampu bertahan di atas area support 6.250-6.270 dan berbalik menguat hingga ditutup di atas MA5-MA50.

Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 6.400. Namun, sentimen pasar yang masih beragam berpotensi membuat pergerakan indeks cenderung mixed.

Sementara itu, hasil rebalancing MSCI Agustus 2026 untuk Global Standard Index mengeluarkan saham GOTO dan CPIN. Pada indeks Small Cap, MSCI memasukkan CPIN dan mengeluarkan ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.

Investor juga akan mencermati Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (14/8/2026) yang akan menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan.

Penyampaian pidato tersebut akan menjadi momentum bagi pemerintah untuk menjelaskan arah kebijakan fiskal dan anggaran tahun depan. Investor berharap alokasi anggaran dilakukan secara efektif dan efisien, termasuk dengan menekan belanja untuk kebijakan populis, sehingga target defisit RAPBN 2027 sekitar 1,8%-2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB) dapat terpenuhi.

Dari Eropa, investor akan mencermati data pertumbuhan ekonomi Inggris yang diperkirakan tumbuh 1,1% secara tahunan (YoY) pada kuartal II-2026, meningkat dari 0,9% pada kuartal I-2026. Namun, secara kuartalan (QoQ), pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 0,4% dari 0,6%.

Dari kawasan Euro Area, data produksi industri Juni 2026 diperkirakan terkontraksi 0,8% YoY, membaik dibandingkan kontraksi 1,2% pada Mei 2026.

Sementara dari AS, investor akan mencermati data indeks harga produsen (PPI) Juli 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 4,9% YoY dari 5,5% pada Juni 2026. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Persembahan Cinta Ratu Goyang Ngebor untuk Sang Suami di Pestapora

BRIEF.ID - Dengan nuansa outfit gold , Inul Daratista...

Kenangan Rini A. Djaffar untuk Guruh Soekarnoputra: Disiplin, Karya, dan Cinta pada Seni Budaya

BRIEF.ID - Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan kenangan mendalam bagi...

Daya Magis Sheila On 7 dan Orkestra Energi Pestapora Day 2

BRIEF.ID – Waktu menunjukkan pukul 22:00 WIB, namun energi...

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Sempat Dirawat Insentif di RS Siloam

BRIEF.ID - Guruh Soekarnoputra, seniman sekaligus politisi Partai Demokrasi...