BRIEF.ID – Kalangan produsen mobil Tiongkok diperkirakan mulai mendekati titik terendah permintaan menghadapi Kuartal II – 2026 yang sulit. Namun, pemulihan yang signifikan kemungkinan besar tidak akan terjadi sebelum akhir musim panas, demikian menurut analis Morgan Stanley, yang dirilis Jumat (26/6/2026).
Perusahaan pialang itu menyatakan, pengecekan saluran distribusi terbaru dan diskusi industri mengindikasikan penjualan kendaraan telah stabil, meskipun permintaan konsumen masih lemah dan katalis pendapatan terbatas dalam jangka pendek.
Lebih Buruk dari Kenyataan
Para analis mengatakan penjualan bulan Juni seharusnya lebih kuat dari yang ditunjukkan oleh data utama, didukung oleh perpanjangan promosi pertengahan tahun, subsidi pemerintah, insentif pelat nomor di beberapa kota, serta harga bahan bakar yang lebih rendah.
“Sentimen investor lebih buruk dari kenyataan yang sebenarnya,” kata seorang analis Morgan Stanley, seraya menambahkan bahwa perhatian telah beralih ke saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, mengorbankan saham-saham otomotif.
Ia memperkirakan volume grosir kendaraan penumpang Kuartal II – 2026 sebesar 6,7 juta hingga 6,9 juta unit, turun 3% hingga 5% dari tahun sebelumnya, sebuah perbaikan dari penurunan 8% yang tercatat pada kuartal pertama.
Morgan Stanley memperkirakan Juli akan tetap lesu secara musiman, dengan potensi pemulihan yang lebih berarti muncul pada Agustus dan September seiring dengan peluncuran model baru, kebijakan yang mendukung, dan faktor permintaan musiman yang bertemu.
Bank itu menyoroti produsen mobil Tiongkok BYD Co dan Geely Automobile sebagai pihak yang berada dalam posisi baik untuk pemulihan, sementara menggambarkan Xpeng sebagai kisah yang digerakkan oleh peristiwa tertentu.
Pasar Indonesia Cerah
Di sisi lain, permintaan mobil asal Tiongkok di Indonesia terus meningkat dalam dua tahun terakhir, terutama didorong oleh kendaraan listrik (EV) dan hybrid. Merek-merek seperti BYD, Jaecoo, Wuling, Chery, Geely, Aion, dan Denza semakin diterima oleh konsumen Indonesia.
Pertumbuhan penjualan sangat tinggi. Pada kuartal I 2026, penjualan mobil merek Tiongkok meningkat sekitar 79–80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jauh melampaui pertumbuhan pasar mobil nasional.
Pangsa pasarnya mencapai sekitar 17,8% dari total penjualan mobil nasional.
Tren berlanjut pada April dan Mei 2026. Penjualan wholesale mobil Tiongkok pada April 2026 naik 96,2% secara tahunan dengan pangsa pasar sekitar 19,6%, atau hampir satu dari lima mobil yang didistribusikan di Indonesia berasal dari merek Tiongkok.
Mobil listrik merek BYD memimpin pasar. Pada Kuartal I – 2026, BYD menjadi merek mobil Tiongkok terlaris dengan penjualan 12.473 unit, diikuti Jaecoo (8.065 unit), Wuling (3.594 unit), Chery (3.211 unit), dan Geely (2.965 unit).
(Investing.com/nov)


