BRIEF.ID – Bek tim nasional Mesir, Mohamed Hany, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026 dengan cara yang tidak diharapkan. Pemain berusia 30 tahun itu menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu edisi Piala Dunia. Ini menjadi sebuah rekor yang lahir di tengah perjuangan Mesir menembus babak 16 besar.
Saat melawan Belgia, Hany juga melakukan gol bunuh diri. Kini gol bunuh diri kedua Hany tercipta saat Mesir menghadapi Australia pada babak 32 besar di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026) waktu setempat atau Sabtu (4/7/2026) WIB. Berusaha menghalau umpan silang dari sisi kiri pertahanan, Hany justru mengarahkan bola ke gawang sendiri sehingga membuat Australia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Insiden itu menambah catatan yang sudah lebih dahulu tercipta pada fase grup, ketika Hany juga mencetak gol bunuh diri. Dengan demikian, ia menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu turnamen.
Meski mengalami momen yang sangat mengecewakan secara pribadi, Hany tidak kehilangan semangat. Bersama rekan-rekannya, ia tetap tampil disiplin hingga pertandingan berakhir. Setelah skor 1-1 bertahan selama 120 menit, Mesir akhirnya memastikan kemenangan 4-2 melalui adu penalti dan melaju ke babak 16 besar.
Keberhasilan Mesir lolos ke fase berikutnya sedikit mengurangi pahitnya catatan individu Hany. Rekan-rekan setim memberikan dukungan penuh kepada sang bek, yang tetap menunjukkan profesionalisme meski berada di bawah sorotan akibat rekor yang tidak diinginkannya.
Sepak bola memang kerap menghadirkan cerita yang kontras. Dalam satu pertandingan, seorang pemain bisa menjadi pusat perhatian karena kesalahan, tetapi pada saat yang sama tetap menjadi bagian dari kemenangan tim. Itulah yang dialami Mohamed Hany.
Di tengah rekor yang sulit dilupakan, ia masih berhak merayakan keberhasilan Mesir melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kini, Hany berpeluang menebus catatan tersebut pada laga berikutnya. Dengan Mesir masih bertahan di turnamen, bek klub Al Ahly itu memiliki kesempatan untuk membantu negaranya menorehkan prestasi yang lebih tinggi dan mengalihkan perhatian dari rekor yang tidak diinginkan menuju kontribusi yang lebih positif di panggung sepak bola dunia.


