BRIEF.ID – Tim nasional Mesir memastikan melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti pada laga babak 32 besar di Stadion Dallas, Arlington, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026) waktu setempat atau Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB.
Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Mesir tampil lebih tenang dari titik putih dan membukukan kemenangan 4-2 untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya.
Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Mesir membuka keunggulan lebih dulu pada babak pertama melalui permainan menyerang yang efektif, memanfaatkan dominasi penguasaan bola dan pergerakan cepat di lini depan.
Australia tidak tinggal diam dan meningkatkan tekanan setelah turun minum hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan 1-1.
Baik Timnas Mesir maupun Australia, sama-sama telah memberikan segala yang mereka miliki. Australia berlari tanpa henti, Mesir menjawab dengan disiplin dan kesabaran. Tidak ada yang mampu mencetak gol penentu selama dua babak tambahan. Nasib pertandingan akhirnya ditentukan dari jarak sebelas meter—momen yang selalu menghadirkan pahlawan sekaligus kekecewaan.

Tampil Tenang
Di bawah sorotan lampu stadion, pemain Mesir tampil dengan ketenangan luar biasa. Satu demi satu bola bersarang di gawang Australia. Sebaliknya, tekanan yang begitu besar membuat dua eksekutor Socceroos gagal menuntaskan tugasnya. Mesir memenangkan adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit, memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kemenangan itu menjadi bukti bahwa pertandingan fase gugur bukan semata tentang kualitas teknik. Ketahanan mental sering kali menjadi pembeda. Mesir mampu menjaga fokus hingga detik terakhir, sementara Australia harus menerima kenyataan pahit setelah tampil kompetitif sepanjang pertandingan.
Sorotan juga tertuju kepada Mohamed Salah. Setelah sempat diragukan tampil karena masalah kebugaran, kehadirannya memberi suntikan kepercayaan diri bagi rekan-rekannya. Meski bukan satu-satunya penentu kemenangan, pengalaman dan kepemimpinannya membantu Mesir tetap tenang ketika pertandingan memasuki fase-fase paling menegangkan.
Australia sebenarnya pantas mendapatkan apresiasi. Timnas berjulukan Socceroos itu menunjukkan karakter yang kuat dengan bangkit setelah tertinggal dan terus menekan hingga akhir pertandingan. Organisasi permainan mereka tetap terjaga, semangat juang tidak pernah surut, dan mereka memaksa salah satu wakil terbaik Afrika bekerja keras selama dua jam penuh. Namun, seperti banyak kisah di Piala Dunia, keberanian tidak selalu berakhir dengan kemenangan.
Bagi Mesir, hasil ini membuka lembaran baru. Lolos ke babak 16 besar bukan hanya pencapaian statistik, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola di panggung dunia. Tim berjuluk The Pharaohs kini membawa harapan jutaan pendukung untuk melangkah lebih jauh, membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan besar dunia.
Sementara itu, perjalanan Australia di Piala Dunia 2026 harus berakhir. Meski tersingkir, mereka meninggalkan turnamen dengan reputasi sebagai tim yang tidak pernah menyerah. Semangat bertanding, disiplin, dan daya juang yang ditunjukkan sepanjang kompetisi menjadi modal penting untuk menatap turnamen-turnamen berikutnya.
Piala Dunia 2026 menunjukkan mengapa turnamen ini begitu istimewa. Ada air mata, ada kegembiraan, dan ada kisah tentang keberanian yang lahir di bawah tekanan. Kali ini, Mesir menjadi tim yang tersenyum di akhir cerita. Australia harus pulang, tetapi mereka melakukannya dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan yang membuat kemenangan Mesir terasa begitu berharga.
Lawan Mesir berikutnya adalah pemenang pertandingan Argentina vs Cape Verde yang masih dijadwalkan berlangsung pada babak 32 besar. (nov)


