BRIEF.ID – Sejumlah maskapai penerbangan internasional kembali mengubah rute penerbangan dan menghindari wilayah udara Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Langkah itu diambil sebagai upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat di tengah meningkatnya risiko keamanan di kawasan.
Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Asia yang dilaporkan mengubah rute atau menghindari wilayah udara tertentu di Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan keamanan, di antaranya Lufthansa Group (termasuk Lufthansa, Swiss, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan Eurowings), yang menghindari wilayah udara Iran, Irak, dan Israel serta menyesuaikan sejumlah jadwal penerbangan.
Air France-KLM melakukan penyesuaian rute dan memantau situasi keamanan sebelum mengoperasikan penerbangan yang melintasi kawasan Timur Tengah. British Airways mengubah jalur beberapa penerbangan jarak jauh untuk menghindari wilayah yang dinilai berisiko.
Singapore Airlines mengalihkan sebagian rute penerbangan menuju Eropa agar tidak melintasi wilayah udara yang terdampak konflik. Emirates dan Qatar Airways terus mengevaluasi kondisi keamanan serta melakukan penyesuaian rute bila diperlukan, meski sebagian besar operasinya tetap berjalan.
United Airlines dan American Airlines juga meningkatkan pemantauan terhadap situasi keamanan dan menyesuaikan operasional pada rute yang terdampak.
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) telah memperbarui peringatan kepada maskapai agar menghindari wilayah udara Iran, Irak, dan Lebanon, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi sejumlah negara Teluk, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan sebagian wilayah Teluk Oman. Peringatan itu diterbitkan setelah eskalasi konflik kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah maskapai memilih mengalihkan jalur penerbangan ke rute yang lebih aman, baik melalui Mesir dan Arab Saudi maupun jalur utara melewati kawasan Kaukasus. Perubahan rute tersebut membuat waktu tempuh penerbangan, terutama untuk rute Asia–Eropa dan sebaliknya, menjadi lebih lama serta meningkatkan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional maskapai.
Meski sebagian wilayah udara di kawasan Teluk masih terbuka untuk penerbangan komersial, maskapai terus memantau perkembangan situasi keamanan dan siap melakukan penyesuaian jadwal maupun rute apabila kondisi memburuk. Penumpang yang akan bepergian ke atau melintasi Timur Tengah disarankan untuk memeriksa informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan mereka.


