BRIEF.ID – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (15/7/2026), didorong oleh kinerja positif emiten-emiten besar dan meningkatnya optimisme investor pada prospek ekonomi AS.
Penguatan indeks dipicu oleh data inflasi produsen AS yang lebih rendah dari perkiraan dan kenaikan saham teknologi besar, mengimbangi pelemahan saham chip dan meningkatnya ketegangan AS-Iran.
Indeks S&P 500 naik 0,4% setelah berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan moderat sepanjang hari, dan kembali berada dalam jarak 0,5% dari rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai bulan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 150 poin, atau 0,3%, dan indeks komposit Nasdaq naik 0,6%.
Saham BlackRock membantu memimpin pasar dengan kenaikan 6,6% setelah perusahaan di balik beberapa dana investasi paling populer itu melaporkan laba dan pendapatan yang lebih kuat untuk kuartal terbaru daripada yang diperkirakan analis. CEO BlackRock, Laurence Fink mengatakan dana iShares mereka mencapai aset kelolaan lebih dari US$ 6 triliun selama kuartal kedua, hampir dua kali lipat dalam tiga tahun.
Kalangan investor juga fokus pada earning season yang dapat menjadi tes apakah profitabilitas perusahaan dapat membantu Wall Street kembali ke level rekor tertinggi meskipun ada risiko geopolitik yang sedang berkembang.
Inflasi PPI AS tercatat sebesar 5,5% YoY di Juni 2026 dari 6.0% YoY di Mei 2026 (15/7). Sedangkan penjualan ritel di AS diperkirakan mencapai 6.7% YoY di Juni 2026 dari 6.9% YoY di Mei 2026 (16/7). Pertumbuhan PDB Tiongkok sebesar 4.3% YoY di 2Q26 (15/7), melambat dari 5% YoY di 1Q26 serta di bawah perkiraan 4.5% YoY. Ini merupakan pertumbuhan tahunan yang paling rendah sejak 4Q22, seiring dengan melemahnya permintaan domestik, investasi swasta yang lesu, serta penurunan pasar properti yang berkepanjangan, meskipun adanya ekspor terkait AI yang kuat.
Harga minyak menguat tipis setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade angkatan laut atas pelabuhan-pelabuhan Iran di dekat Selat Hormuz. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 3 bps ke level 4,555%.
Harga emas di pasar spot melemah 0,2% di level US$ 4.047 per troy ons akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi dan suku bunga yang tinggi akibat ketegangan di Timur Tengah. (nov)


