BRIEF.ID – Vokalis legendaris The Rolling Stones, Mick Jagger, menyatakan tidak ingin menjadikan konser sebagai panggung untuk menyampaikan ceramah politik kepada para penggemar.
Dalam suatu wawancara dengan The New York Times, Jagger mengatakan bahwa tugas utama seorang musisi adalah menghibur penonton dan menghadirkan pengalaman menyenangkan melalui musik.
“Bukan tugas saya untuk menguliahi penonton tentang politik saat mereka datang ke konser,” kata Jagger dikutip dari CBSNews.com, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan, setiap seniman berhak menentukan sikapnya sendiri. Ada musisi yang memilih berbicara secara terbuka mengenai politik di atas panggung, namun ia lebih nyaman membiarkan lagu-lagunya berbicara kepada publik.
Disebutkan, meskipun musik sering kali lahir dari realitas sosial dan politik, ia lebih memilih menyampaikan gagasan tersebut secara alami lewat lirik lagu daripada melalui pidato di atas panggung. Ia menilai para penggemar datang menyaksikan konser untuk menikmati pertunjukan, bernyanyi bersama, dan sejenak melupakan berbagai tekanan kehidupan sehari-hari.
Jagger juga mengakui bahwa setiap musisi memiliki hak untuk menyuarakan pandangan politiknya masing-masing. Namun, ia memilih pendekatan yang berbeda.
Baginya, konser merupakan ruang bagi penonton untuk menikmati musik tanpa harus merasa digurui mengenai isu-isu politik yang tengah berkembang.
Pernyataan itu mencerminkan pandangan Jagger yang telah berkarier selama lebih dari enam dekade di industri musik. Meski beberapa karya The Rolling Stones memuat kritik sosial dan refleksi terhadap situasi politik, ia menegaskan bahwa pesan-pesan tersebut lebih tepat disampaikan melalui karya seni, bukan melalui ceramah kepada audiens saat konser.
Sikap Jagger kembali memunculkan perdebatan mengenai sejauh mana musisi perlu terlibat dalam isu politik. Sebagian kalangan menilai seniman memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan berbagai persoalan sosial, sementara yang lain berpendapat bahwa musik seharusnya menjadi ruang hiburan yang mampu menyatukan berbagai pandangan tanpa dibatasi perbedaan politik. (nov)


