IHSG Diperkirakan Berpeluang Menguat Terbatas

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan  berpeluang menguat terbatas pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/7/2026).

Secara teknikal, IHSG diprediksi akan bergerak pada kisaran support 5.974 – 6.020 dan resistance 6.137 – 6.254, di tengah sentimen penguatan nilai tukar Rupiah dan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance 6.125, pivot 6.080, dan support 6.000. Adapun saham-saham yang diunggulkan, yaitu BBYB, MAPA, DKFT, LSIP, dan HMSP.

“Diperkirakan, IHSG masih akan berkonsolidasi di kisaran 6.000-6.125,” demikian riset Phintraco Sekuritas.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat tipis di level 6.041,97 atau naik 0,04% pada perdagangan di BEI, Rabu (15/7/2026). Rupiah juga ditutup menguat 0,13% ke level Rp18.091 per Dolar AS,  kenaikan terbesar dibandingkan mata uang Asia lainnya.

“Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA20, namun Stochastic RSI sudah berada di area overbought,” demikian hasil riset Phintraco Sekuritas.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat sebesar US$ 444,4 miliar atau naik 2,1% YoY. Kenaikan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah.

Posisi ULN pemerintah pada Mei 2026 sebesar US$ 217,3 miliar atau tumbuh 3,7% YoY. Sedangkan posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 195,9 miliar atau turun 0,1% YoY.

Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan tarif pajak sebagai strategi meningkatkan penerimaan negara pada 2026. Namun, di saat yang sama, pemerintah mulai menaikkan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L).

Kebijakan itu diambil di tengah proyeksi penerimaan pajak yang diperkirakan tidak mencapai target APBN 2026. Pemerintah merevisi naik outlook PNBP menjadi Rp 575,1 triliun atau setara 125,2% dari target APBN 2026 sebesar Rp 459,2 triliun. Nilai itu juga diperkirakan tumbuh 6,2% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Mick Jagger: Konser Bukan Panggung Ceramah Politik

BRIEF.ID – Vokalis legendaris The Rolling Stones, Mick Jagger,...

Krisis AS – Iran Ganggu Pasar Energi dan Keuangan Global

BRIEF.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran...

Hari Ini, Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,635 Juta per Gram

BRIEF.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Bursa Saham AS Ditutup Menguat

BRIEF.ID – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat...