KSP Prihatin Masih Ada Rumah Sakit Tolak Pasien Gawat Darurat

BRIEF.ID – Tenaga Ahli Utama  Kedeputian II Bidang Pembangunan Manusia Kantor Staf Presiden (KSP)  Brian Sri Prahastuti mengaku prihatin masih ada rumah sakit yang tega menolak menangani pasien yang dalam kondisi  gawat darurat. Apalagi akibat penolakan itu menyebabkan kematian ibu dan bayi.

“Kami sangat menyayangkan jika masih ada penolakan penanganan kasus gawat darurat oleh rumah sakit.  Apalagi kasus ini menyebabkan kematian ibu dan bayi, sementara kita ketahui bahwa penurunan angka kematian ibu menjadi  prioritas nasional, seperti halnya penurunan angka stunting,” kata Brian  di  Jakarta, Rabu (8/3/2023).

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu hamil di Subang, Jawa Barat, Kurnaesih (39) meninggal karena ditolak  RSUD Ciereng Subang. Diketahui Kurnaesih meninggal pada Kamis (16/2/2023) malam. Sebelumnya pihak keluarga membawa Kurnaesih ke Puskesmas Tanjungsiang, karena tak ada perubahan, Kurnaesih dibawa ke RSUD Ciereng. Ibu hamil ini akhirnya meninggal usai diduga ditolak oleh RSUD Ciereng Subang.

Brian  mengatakan,  Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, wajib melakukan audit kasus  untuk mengetahui penyebab kematian ibu dan merumuskan rekomendasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi terutama di RSUD Ciereng Subang.

Disebutkan, ada standar kualitas layanan yang harus dipatuhi Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK)  untuk mencegah keterlambatan penangann kasus kegawatdaruratan obstetrik dan neonatal di RS. Mencermati kronologis kejadian, pasien sudah mendapatkan penanganan awal di IGD RS sebelum dialih rawat ke bagian PONEK.

“Semestinya, urusan administrasi diselesaikan tanpa menunda tindakan medis yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Walaupun, pada kasus ini sepertinya ibu hamil datang sudah dengan kondisi yang buruk dan prognosa yang kurang baik.  Jarak tempuh dari Puskesmas ke RS yang mungkin juga cukup jauh dan berkontribusi pada keterlambatan dalam penanganan,” ujarnya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Total Aset Bersertifikat Pemprov DKI Tembus Rp124,25 Triliun

BRIEF.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima 499...

Pupuk Indonesia Tembus Pasar Global, Ekspor Urea ke Australia Capai 47.250 Ton

BRIEF.ID – Transformasi bisnis yang dijalankan PT Pupuk Indonesia...

Jakarta Menuju Kota Global, 98 Persen Pengaduan Warga Berhasil Diselesaikan

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meraih Anugerah...

IHSG Terjun Bebas, Semua Sektor Terpuruk di Zona Merah

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan...