BRIEF.ID – Sedikitnya 188 orang tewas dan lebih dari 1.500 orang terluka setelah gempa kembar dahsyat mengguncang pesisir utara Venezuela, pada Rabu (24/6/2026) malam.
Tim penyelamat masih melakukan pencarian intensif terhadap korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Menurut laporan The Guardian, yang dikutip Jumat (26/6/2026), gempa berkekuatan magnitudo 7,2 disusul gempa magnitudo 7,5 hanya dalam selang sekitar 39 detik. Episentrum berada di wilayah barat Caracas dan guncangan terasa di sebagian besar wilayah utara negara itu.
Wilayah yang mengalami kerusakan paling parah adalah La Guaira, di mana puluhan hingga ratusan bangunan runtuh. Selain itu, kawasan Caracas, Miranda, Aragua, Carabobo, dan Falcón juga terdampak berat.
Pemerintah Venezuela telah menetapkan status darurat nasional, sementara bantuan internasional mulai berdatangan. Bandara utama Caracas sempat ditutup akibat kerusakan infrastruktur, dan ratusan gempa susulan telah tercatat sejak bencana terjadi.
Menurut pemberitaan Al-Jazeera, para pejabat Venezuela memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa masih dapat bertambah karena lebih dari 200 orang dilaporkan masih terjebak atau belum ditemukan.
Bencana ini disebut sebagai salah satu gempa paling dahsyat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad.
Dikutip dari Associated Press, Jumat (26/6/2026), Juan Alberto Mendaño, seorang pensiunan guru, merangkak di reruntuhan di La Guaira dan melewati mayat ketika ia melihat seorang perempuan yang terjebak memberi isyarat dengan tangannya meminta bantuan.
“Semoga Tuhan menyelamatkannya secepat mungkin. Ketika kami mendengar teriakan itu, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Mendaño. (nov)


