BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan melancarkan serangan militer besar terhadap Iran menyusul serangan rudal yang menargetkan pangkalan militer AS di Yordania.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan bahwa Washington akan memberikan respons keras terhadap serangan tersebut.
“Kami akan menyerang mereka dengan keras. Mereka akan dihajar habis-habisan,” ujar Trump, sebagaimana dikutip Fox News, Kamis (30/7/2026).
Trump juga mengatakan bahwa operasi militer gabungan AS dan Arab Saudi terhadap milisi yang didukung Iran di Irak telah dikoordinasikan dengan pemerintah Irak.
Namun, pernyataan Trump bertolak belakang dengan sikap resmi Baghdad. Pemerintah Irak justru mengecam serangan udara tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara.
Dalam pernyataan resminya, Kepresidenan Irak menyatakan pihaknya “mengecam pemboman yang menargetkan pangkalan Hashed al-Shaabi dan menganggapnya sebagai serangan yang tidak dapat diterima serta pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak yang menyasar lembaga-lembaga resmi negara.”
Meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, kawasan yang menjadi salah satu pusat produksi dan distribusi energi dunia. Situasi tersebut juga meningkatkan risiko gangguan terhadap pasokan minyak global dan memperbesar ketidakpastian di pasar keuangan internasional. (nov)


