BRIEF.ID – Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Rabu (29/7/2026), menghentikan tren pelemahan tajam dalam beberapa hari terakhir, setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul serangan rudal Iran dan respons militer Amerika Serikat (AS) bersama Arab Saudi.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik sekitar 7,5% menjadi US$ 87,84 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 6,5% ke US$ 87,82 per barel pada pukul 19.13 GMT atau pukul 02.13 WIB.
Kenaikan terjadi setelah AS menyatakan bahwa Iran telah melancarkan serangan rudal mendadak yang berhasil dipatahkan. Di saat yang sama, pasukan AS bersama Arab Saudi melancarkan operasi militer terhadap kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak.
Presiden AS Donald Trump mengatakan akan merespons serangan mendadak Iran, sekaligus mengakhiri jeda pertempuran yang sempat berlangsung sejak akhir pekan.
Sebelum reli pada perdagangan Rabu (29/7/2026), kedua kontrak acuan minyak tersebut telah terkoreksi sekitar 15% dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya. Lonjakan terbaru mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global apabila konflik di Timur Tengah terus meluas. (nov)


