BRIEF.ID – Kekeringan yang meluas di Jawa Tengah mulai menekan akses air bersih warga. Pemerintah mempercepat distribusi air dengan mengerahkan mobil tangki dan hidran umum ke sejumlah daerah terdampak.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah menyiapkan 16 unit mobil tangki dan 105 unit hidran umum untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Sarana tersebut dimobilisasi melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Penyaluran dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Setiap mobil tangki memiliki kapasitas 4.000 liter air, sementara satu hidran umum mampu menampung hingga 2.000 liter. Keduanya digunakan sebagai solusi cepat untuk menjaga pasokan air selama kekeringan berlangsung.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan persoalan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menyangkut keberlanjutan pembangunan dan produktivitas pertanian.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody, Kamis (27/8).
Sejauh ini, dukungan mobil tangki telah disalurkan ke tujuh kabupaten, yakni Jepara, Sragen, Tegal, Cilacap, Blora, Banjarnegara, dan Pekalongan.

Kabupaten Tegal dan Banjarnegara masing-masing memperoleh dua unit mobil tangki. Penyaluran dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan sumber air akibat kondisi kekeringan.
Di Banjarnegara, distribusi air telah menjangkau 11 lokasi. Di antaranya Dusun Kempyang, Dusun Karanggedang, Desa Jalatunda, Desa Wiramastra, Desa Linggasari, Desa Gemuruh, Desa Serang, Desa Kebutuhjurang, dan Desa Karanganyar.
Total distribusi air di wilayah tersebut telah mencapai 108.000 liter, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan 669 kepala keluarga atau sekitar 4.638 jiwa.
Selain mobil tangki, pemerintah mengoperasikan 12 hidran umum di tiga kabupaten. Rinciannya, dua unit berada di Pemalang, delapan unit di Banjarnegara, dan dua unit lainnya ditempatkan di Cilacap.
Mobilisasi hidran dilakukan untuk memperkuat akses air bersih di lokasi yang membutuhkan, terutama wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air dalam waktu cukup panjang.
Ancaman kekeringan di Jawa Tengah juga terus meluas. Data BPBPK Jawa Tengah mencatat, hingga Agustus 2026 kekeringan telah melanda sedikitnya 24 kabupaten/kota dan berpotensi meluas hingga 32 daerah.
Kondisi tersebut telah berdampak pada sekitar 184.000 warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Pemerintah menyatakan distribusi sarana air bersih akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sekaligus menekan dampak kekeringan terhadap aktivitas masyarakat dan sektor pertanian. (ayb)


