IHSG Hari Ini Ditutup Melesat ke Level 6.500, Saham BMRI Naik 1,20%

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melesat ke level 6.500 pada perdagangan Kamis (27/8/2026).

Pada akhir perdagangan hari ini, IHSG terpantau menguat 1,81% atau 116.065 poin ke level 6.521. Sebelumnya, IHSG dibuka di melemah 0,24% atau 15,33 poin di level 6.390.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat dibuka di zona merah, namun kemudian berbalik arah ke zona hijau hingga akhir perdagangan dengan menyentuh level tertinggi di 6.521, dan level terendah 6.376.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 553 saham naik harga, 96 saham turun harga, dan 138 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan hari ini mencapai 36,766 miliar lembar, dengan frekuensi sebanyak 1.972.280 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp13,699 triliun.

IHSG sempat terkoreksi di awal perdagangan, seiring kekhawatiran investor terhadap aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat di Gedung DPR.

Meski demikian, kekhawatiran investor perlahan surut, seiring aksi demonstrasi yang berlangsung kondusif. Hal itu, ditandai dengan kembali mengalirnya arus modal asing (capital inflow) ke pasar saham dan pasar surat utang negara (SUN).

Saham-saham potensial di hampir seluruh sektor kembali diborong investor, termasuk saham 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Bahkan saham BMRI mengalami kenaikan harga tertinggi dibandingkan 3 saham bank besar lainnya. Adapun harga saham BMRI terpantau melonjak 1,20% atau Rp50 menjadi Rp4.210 per lembar.

Sementara harga saham BBCA melesat 0,79% atau Rp50 menjadi Rp6.400 per lembar, BBNI menguat 0,82% atau Rp30 menjadiRp3.710 per lembar, dan BBRI naik 0,64% atau Rp20 menjadi Rp3.150 per lembar.

Sentimen positif yang mendorong penguatan IHSG juga datang dari luar negeri, imbas harga minyak dunia anjlok seiring berlanjutnya perundingan damai untuk mengakhiri konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Hari ini, harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan turun ke level US$86,48 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah ke level US$80,83 per barel.

Hal ini, memicu investor mengalihkan modal ke pasar keuangan emerging market, termasuk ke pasar saham dan pasa SUN, yang ditandai dengan kenaikan IHSG dan turunnya imbal hasil (yield) obligasi untuk tenor jangka pendek dan menengah.

Pada perdagangan hari ini, SUN tenor 1 tahun mencatat penurunan yield sebesar 3,5 bps menjadi 6,73%, begitu juga tenor 2 tahun turun 1,5 bps menjadi 6,64%, dan tenor 4 tahun terkoreksi 1,4 bps ke 6,84%.

Sementara SUN tenor 5 tahun mencatat penurunan yield sebesar 0,5 bps menjadi 6,89%, tenor 7 tahun turun 0,1 bps ke 7%, dan tenor 8 tahun turun 1,1 bps ke 7%. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Danantara Dikabarkan Tanam Modal US$1 Miliar di Manajer Investasi Swiss, Bidik Kredit Swasta Global

BRIEF.ID - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara...

Antrean Volunteer MotoGP Mandalika Membludak, MGPA Pastikan Proses Seleksi Kini Lebih Lancar

BRIEF.ID - Momen viral antrean calon relawan (volunteer) Pertamina...

Rupiah Ditutup Melemah Imbas Kekhawatiran Aksi Demonstrasi

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah terhadap...

Demo DPR 27 Agustus 2026, Menko Polkam Pastikan Tak Ada Penyekatan Massa

BRIEF.ID - Rencana aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR...