BRIEF.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran, Esmaeil Baghaei menyatakan belum ada kesepakatan akhir yang tercapai dengan Amerika Serikat (AS).
Mengutip laporan Al Jazeera, Minggu (31/5/2026) Baghaei menolak komentar Presiden AS Donald Trump yang menyatakan kesepakatan mungkin sudah dekat.
Ia mengatakan Teheran tetap fokus untuk mengakhiri konflik dan negosiasi mengenai program nuklirnya belum diselesaikan.
Komentar itu disampaikan Baghaei setelah Trump menguraikan syarat-syarat untuk kesepakatan potensial, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan pembatasan aktivitas nuklir Iran.
Pernyataan itu juga menyoroti ketidakpastian yang berkelanjutan seputar negosiasi, bahkan ketika kedua pihak telah mengisyaratkan kemajuan menuju perpanjangan gencatan senjata yang sebagian besar telah berlaku sejak April.
Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama bagi pasar. Jalur air ini menangani sekitar seperlima dari aliran minyak global dan merupakan jalur penting untuk ekspor minyak mentah dari Timur Tengah. Gangguan apa pun terhadap lalu lintas melalui selat tersebut dapat memengaruhi pasokan energi global dan harga komoditas.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UK Maritime Trade Operations), pada Jumat (29/5/2026) telah memperingatkan bahwa blokade militer AS terhadap pelabuhan Iran masih berlaku, membatasi lalu lintas masuk dan keluar. Badan tersebut juga menyarankan kapal-kapal komersial yang melintasi wilayah tersebut untuk tetap waspada terhadap komunikasi dan operasi militer.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pelonggaran pembatasan terhadap Iran akan terjadi secara bertahap. Bessent juga mengatakan bahwa otoritas AS telah menyita aset mata uang kripto Iran senilai US$ 1 miliar sebagai bagian dari kampanye ekonomi Washington terhadap Teheran.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kemajuan signifikan menuju kesepakatan perpanjangan gencatan senjata, meskipun masih ada perbedaan pendapat mengenai persediaan uranium yang diperkaya Iran.
Sebuah sumber di kalangan pejabat senior Iran, yang dikutip Reuters, mengatakan bahwa kedua pihak telah mencapai “pemahaman politik,” meskipun belum ada kesepakatan akhir yang dicapai.
Media Iran juga membantah beberapa elemen dari kerangka kerja yang diusulkan Trump, termasuk klaim terkait bahan nuklir Iran dan pengaturan pengiriman di Selat Hormuz.
Badan Energi Internasional, Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia memperingatkan bahwa gangguan berkelanjutan terhadap arus pengiriman melalui Selat Hormuz dapat meningkatkan risiko terhadap keamanan bahan bakar, kondisi pasar, dan ketahanan ekonomi yang lebih luas.
Kalangan investor kini menunggu pengumuman resmi Gedung Putih setelah Trump bertemu dengan para pejabat senior keamanan nasional untuk membahas potensi kesepakatan tersebut. (nov)


