Dibayang-bayangi Sentimen Negatif, IHSG Berpeluang Konsolidasi

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu (15/7/2026) diperkirakan masih dibayang-bayangi sentimen negatif.

Hal-hal menyangkut tekanan jual pada saham-saham perbankan besar, fluktuasi harga minyak global akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah, dan penantian investor pada rilis data makroekonomi Amerika Serikat (AS).

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance 6.125, pivot 6.000, dan support 5.950. Saham-saham yang diunggulkan adalah WIFI, NCKL, MYOR, CTRA, dan MBMA.

“IHSG berpeluang konsolidasi di rentang level 5.950-6.125 pada perdagangan Rabu (15/7/2026),” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat tipis  0,03% ke level 6.039,52 pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Dari sisi teknikal, pembentukan histogram positif MACD masih berlanjut, sementara indikator stochastic RSI berada pada overbought area.

S&P memproyeksikan defisit APBN mencapai 2,9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) untuk tahun 2026 dan 2027. Sedangkan rasio utang pemerintah diperkirakan berada di level 40,6% dari PDB di tahun 2026 dan mencapai 40,7% dari PDB pada tahun 2027.

S&P juga memperkirakan Pemerintah akan memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp100 triliun dari sebelumnya Rp300 triliun, yang kemungkinan berasal dari penyesuaian parameter program, peningkatan efisiensi dan penguatan pengawasan.

Langkah tersebut  diperlukan untuk menjaga defisit APBN di bawah 3%, apalagi di tengah kondisi menguatnya kembali harga minyak mentah.

BEI menambahkan kriteria price-impact ratio dalam metodologi penyaringan saham yang berpotensi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). BEI akan melakukan penyaringan terhadap saham-saham yang mengalami perubahan harga signifikan, tetapi tidak didukung oleh aktivitas transaksi yang memadai.

Price-impact ratio adalah  perbandingan antara perubahan harga saham dengan tingkat velocity perdagangan. Velocity adalah rata-rata volume transaksi dibandingkan jumlah saham yang beredar di publik.

Saham yang volume transaksinya  rendah namun mengalami kenaikan harga yang besar akan menghasilkan price-impact ratio tinggi dan menjadi objek pengawasan untuk berpotensi  termasuk dalam HSC. BEI menambah 37 saham ke dalam daftar saham HSC sehingga total menjadi  51 saham.  (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Bitcoin US$ 63.000, Ketidakpastian Regulasi Bayangi Pasar Kripto

JAKARTA – Harga Bitcoin bertahan di kisaran US$63.000 pada...

Rumah Sakit di Madrid Ciptakan Prostesis Tulang Metamaterial, Cegah Amputasi Kaki

BRIEF.ID – Rumah Sakit Gregorio Marañón di Madrid, Spanyol,...

Jimin BTS Tempati Posisi Teratas Peringkat Reputasi Merek Anggota Boy Group Agustus 2026

BRIEF.ID – Korean Business Research Institute kembali merilis peringkat...

Gempa M 6,4 Guncang Simalungun, Dirasakan hingga Medan

BRIEF.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang...