Qatar Terbuka dalam Penerapan Tarif Sementara Selat Hormuz

BRIEF.ID – Pemerintah Qatar menentang penerapan biaya permanen apapun bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain,  Qatar  terbuka untuk membahas biaya sementara bagi tujuan tertentu, seperti operasi pembersihan ranjau, demikian disampaikan  Wakil Perdana Menteri Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani, di Singapura, Sabtu (29/5/2026).

Sheikh Saoud mengatakan, biaya transit permanen akan meningkatkan biaya bagi konsumen dan ditentang oleh Qatar dan mitra-mitra Teluk. Namun, biaya sementara yang terkait  pemulihan navigasi yang aman dapat dinegosiasikan.

Komentar itu diungkapkan di tengah laporan diskusi yang melibatkan Iran dan Oman tentang kemungkinan kerangka kerja tarif untuk jalur air strategis tersebut, yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima konsumsi minyak global, dikutip dari Investing.com, Minggu (31/5/2026).

Iran secara efektif telah membatasi pengiriman melalui Selat Hormuz sejak konflik meletus dengan AS dan Israel pada akhir Februari, mengganggu pasar energi dan arus perdagangan.

Amerika Serikat (AS), negara-negara Eropa, dan negara-negara Teluk termasuk Persatuan Emirat Arab (PEA) menentang penerapan tarif permanen untuk kapal yang menggunakan jalur pelayaran internasional itu.

Qatar juga terlibat dalam upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan regional dan memulihkan lalu lintas maritim. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPR Ingatkan UU Perampasan Aset Jangan Jadi Senjata Politik, 13 Tindak Pidana Jadi Sorotan

BRIEF.ID - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset memasuki...

IHSG Diperkirakan Volatil, Investor Tunggu Data Ekonomi dan Rebalancing MSCI

BRIEF.ID –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

AS Serang Dua Peluncur Iran di Pulau Larak, Teheran Ancam Balasan

BRIEF.ID – Pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang dua peluncur...

Bitcoin Bertahan di level US$ 78.000, ETF Global Jadi Katalis Adopsi

BRIEF.ID – Bitcoin diperdagangkan di level US$78.000 pada Minggu...